DIGITAL LIBRARY



JUDUL:IMPLEMENTASI PROGRAM PENGEMBANGAN KETERAMPILAN 4C (CRITICAL THINKING, COLLABORATION, COMMUNICATION, CREATIVITY) SEBAGAI BENTUK PENGELOLAAN SAMPAH DAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI SMPN 24 BANJARMASIN
PENGARANG:DESTI NURSAFINA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-12-05


                           ABSTRAK

 

Desti Nur Safina, 2025 Implementasi Program Pengembangan Keterampilan 4c (Critical Thinking, Collaboration, Communication, Creativity) sebagai Bentuk Pengelolaan Sampah Dan Kebersihan Lingkungan Di Smpn 24 Banjarmasin. Skripsi Program Studi Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial FKIP Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing Heru Puji Winarso.

 

Kata Kunci: Critical Thinking, Collaboration, Communication, Creativity

Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui Implementasi Program, Kendala dan hambatan, dan evaluasi dari Pengembangan Keterampilan 4C  sebagai Bentuk Pengelolaan Sampah dan Kebersihan Lingkungan di SMPN 24 Banjarmasin.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk memahami secara mendalam implementasi keterampilan 4C (Critical Thinking, Collaboration, Communication, Creativity) dalam pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan di SMPN 24 Banjarmasin. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi, dianalisis dengan metode Miles dan Huberman, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu.

Hasil penelitian ini ditemukan bahwa: 1) Implementasi program pengembangan keterampilan 4C di SMPN 24 Banjarmasin terbukti efektif dalam menumbuhkan kecakapan abad 21, khususnya dalam pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan. Siswa dilatih untuk berpikir kritis melalui observasi dan analisis masalah sampah, berkolaborasi dalam tugas-tugas kebersihan, serta mengasah komunikasi melalui diskusi dan kampanye; 2) Pelaksanaan program ini juga menghadapi berbagai tantangan yatu  tidak semua siswa memiliki kesadaran yang sama terhadap pentingnya kebersihan, sehingga partisipasi mereka masih bergantung pada dorongan dari guru. Selain itu, keterbatasan fasilitas, kurangnya ruang untuk berekspresi secara kreatif, dan komunikasi yang belum optimal antar pihak sekolah, dan; 3) Pendekatan berbasis 4C telah membuka peluang pembelajaran yang mendalam dan aplikatif bagi siswa.

Peningkatan fasilitas sekolah, partisipasi aktif siswa, dan eksplorasi lanjutan terhadap dampak serta dukungan komunitas dinilai penting untuk mengoptimalkan pelaksanaan program 4C.

 

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI