DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENGARUH GAYA SERVANT LEADERSHIP DAN IKLIM ORGANISASI TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) MELALUI KOMITMEN ORGANISASI PADA SMP NEGERI SATU ATAP DI KOTA PALANGKA RAYA | |
| PENGARANG | : | UNRU MALEH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-12-08 |
Perilaku Organizational Citizenship Behavior (OCB) guru berperan penting dalam meningkatkan mutu pendidikan. Studi pendahuluan pada tiga SMP Negeri Satu Atap di Kota Palangka Raya menunjukkan bahwa keterbatasan fasilitas, lokasi terpencil, serta tingkat komitmen guru yang relatif homogen berpengaruh terhadap rendahnya OCB, menandakan kesenjangan antara teori dan praktik. Secara teoretis, Servant Leadership dan iklim organisasi yang positif diyakini dapat mendorong keterlibatan serta perilaku sukarela guru, namun temuan penelitian sebelumnya masih tidak konsisten. Oleh karena itu, verifikasi empiris diperlukan dengan Komitmen Organisasi sebagai mediator.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi mencakup 125 guru dari sembilan sekolah satu atap di Palangka Raya, semua dijadikan sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert yang valid dan reliabel. Analisis dilakukan setelah data memenuhi prasyarat path analysis, termasuk uji normalitas, multikolinearitas, linieritas, dan heteroskedastisitas, dengan pengujian hipotesis menggunakan path analysis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Gaya Servant Leadership, Iklim Organisasi, Komitmen Organisasi, dan OCB guru berada dalam kategori tinggi. Analisis jalur menunjukkan pengaruh langsung signifikan: (2) Servant Leadership terhadap OCB (β = 0,540), (3) Iklim Organisasi terhadap OCB (β = 0,201), (4) Komitmen Organisasi terhadap OCB (β = 0,185), (5) Servant Leadership terhadap Komitmen Organisasi (β = 0,217), dan (6) Iklim Organisasi terhadap Komitmen Organisasi (β = 0,215). Namun, pengaruh tidak langsung (7,8) Servant Leadership dan Iklim Organisasi terhadap OCB melalui Komitmen Organisasi tidak signifikan (z = 1,156 dan 1,840 < 1,96), kemungkinan dipengaruhi homogenitas komitmen guru, nilai sosial-budaya seperti gotong royong, dan mediator lain, termasuk kepuasan kerja dan pemberdayaan psikologis.
Kesimpulan penelitian ini yaitu Servant Leadership dan iklim organisasi berpengaruh langsung signifikan terhadap OCB, sedangkan pengaruh tidak langsung melalui komitmen organisasi tidak signifikan. Disarankan agar kepala sekolah memperkuat praktik Servant Leadership dan membangun iklim organisasi positif untuk meningkatkan perilaku OCB guru.
Berkas PDF
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI