DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | SEJARAH SANGGAR SENI SINAR PUSAKA DI DESA BERANGAS TIMUR KECAMATAN ALALAK KABUPATEN BARITO KUALA TAHUN 1998-2018 | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD LUKMAN HAKIM | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-12-10 |
Sanggar Seni Sinar Pusaka merupakan sebuah wadah aktualisasi diri dari 3 kakak beradik dalam mendirikan, mempertahankan, melestarikan kesenian sejak tahun 1960 oleh H. Idrus (Alm), H. Jahri (Alm) dan Nur Jannah. Sehingga tercetuslah Sanggar Seni Sinar Pusaka pada tahun 1998 yang dikelola oleh pendiri pertama yakni H. Idrus (alm). Sanggar seni ini telah berdiri selama lebih dari 25 tahun dan telah menjadi salah satu pusat kegiatan seni dan budaya di Kalimantan Selatan. Akan tetapi selama 25 tahun belum ada yang menuliskan mengenai sejarah berdirinya sanggar seni tersebut, sehingga penulis bertujuan untuk mengangkat penelitian ini sebagai sebuah tulisan skripsi. Penulis mencoba menuliskan sejarah berdirinya Sanggar Seni Sinar Pusaka pada awalnya berupa cerita lisan sampai menjadi tulisan yang ilmiah.
Metode penelitian menggunakan metode sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Tahap heuristik atau pengumpulan data, baik itu data primer dan juga data sekunder. Sumber data didapatkan melalui tiga cara, yaitu sumber lisan atau wawancara, sumber tertulis seperti hasil penelitian, buku, dll. Sumber data dari observasi lapangan seperti melihat proses pelaksanaan sanggar seni dan mengabadikannya. Tahap kritik, kritik internal dan eksternal. Tahapan interpretasi atau menafsirkan data. Terakhir tahapan terakhir yaitu tahapan historiografi yaitu penulisan sehingga didapatkan tulisan skripsi yang sepenuhnya.
Hasil penelitian menunjukan bahwa latar belakang adanya sanggar seni sinar pusaka ini adalah untuk melestarikan kesenian Banjar terkhusus seni tari sejak tahun 1998-2018 yang mengalami peningkatan baik dari segi kualitas sanggar maupun keanggotaannya. Sanggar Seni Sinar Pusaka ini berfokus pada seni tari diantaranya seni tari batatenga, tari topeng banjar, tari kuda gipang, tari badewa dan tari pantul.
Kesimpulan penelitian ini yaitu bahwa terjadi perubahan terhadap antusias masyarakat terhadap keikutsertaan dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Sanggar Seni Sinar Pusaka di Desa Berangas Timur, serta semakin banyak masyarakat yang berminat untuk belajar tentang kesenian dan ikut melestarikan kesenian tari melalui Sanggar Seni Sinar Pusaka.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI