DIGITAL LIBRARY



JUDUL:FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RUMAH TANGGA MISKIN DI DESA SINAR BULAN KECAMATAN SATUI KABUPATEN TANAH BUMBU
PENGARANG:HADITSA SALMA NUGRAHA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-12-11


Kemiskinan merupakan permasalahan multidimensional yang masih menjadi tantangan di Indonesia, termasuk pada tingkat lokal seperti Desa Sinar Bulan, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu. Meskipun berada di wilayah yang memiliki potensi ekonomi dari sektor pertambangan, jumlah rumah tangga miskin di desa ini masih tergolong tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik rumah tangga miskin di Desa Sinar Bulan serta menganalisis perbedaan karakteristik kepala rumah tangga miskin menurut jenis kelamin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Dari populasi 873 rumah tangga miskin, diperoleh 90 sampel dengan pembagian masing-masing 10 responden di setiap RT. Data dikumpulkan melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif (univariat) dan uji Chi-Square (bivariat) untuk melihat perbedaan karakteristik berdasarkan jenis kelamin kepala rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan di Desa Sinar Bulan dipengaruhi oleh empat dimensi utama. Pada dimensi kemiskinan, rendahnya pendapatan, tingginya pengeluaran, dan minimnya aset produktif menjadi faktor dominan yang memperkuat kondisi miskin rumah tangga. Pada dimensi ketidakberdayaan, rendahnya pendidikan, keterbatasan akses terhadap pekerjaan layak, dan ketergantungan pada bantuan sosial melemahkan kemampuan rumah tangga untuk meningkatkan kesejahteraan. Pada dimensi kelemahan fisik, kondisi kesehatan yang buruk serta adanya kecacatan pada kepala rumah tangga menghambat kapasitas kerja. Dimensi kerentanan tampak dari kondisi perumahan yang tidak layak, sanitasi dan air bersih yang terbatas, serta tingginya kemiskinan antar generasi. Penelitian ini juga menemukan bahwa rumah tangga yang dikepalai perempuan berada pada tingkat kerentanan lebih tinggi, terutama dalam aspek pekerjaan, pendapatan, dan akses sumber daya, sehingga membutuhkan intervensi kebijakan yang lebih sensitif terhadap gender. 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI