DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MENGGUNAKAN MODEL PROJECT BASED LEARNING DAN DIRECT INSTRUCTION DENGAN MEDIA BARANG BEKAS PADA KELOMPOK A TK BERINGIN KUALA KAPUA
PENGARANG:HARIS ADI SAPUTRA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-12-12


Saputra, Haris,Adi. 2025 Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus

Menggunakan Model Project Based Learning dan Direct Instruction

dengan Media Barang Bekas Pada Kelompok A TK Beringin Kuala

Kapuas. Skripsi Program S1 PG-PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu

Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.

Pembimbing: Maimunah M.Pd

Kata Kunci: Motorik Halus, Project Based Learning, Direct Instruction, Media

Barang Bekas.

Berdasarkan observasi pendahuluan yang dilakukan pada kelompok A TK

Beringin Kuala Kapuas diperoleh gambaran bahwa kemampuan motorik halus

anak belum berkembang secara optimal yang dimana kurangnya koordinasi antara

tangan dan mata, kesulitan dalam menggenggam benda seperti gunting. Hal ini

disebabkan karena pembelajaran yang kurang menyenangkan bagi anak sehingga

membuat anak tidak memiliki rasa ketertarikan dalam melaksanakan pembelajaran

dan media pembelajaran yang kurang variatif. Tujuan penelitian ini untuk

mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak, dan hasil perkembangan motorik

halus anak.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian

Tindakan Kelas yang dilaksanakan empat kali pertemuan. Subjek penelitian adalah

anak kelompok A di TK pada Beringin Kuala Kapuas berjumlah 13 rang anak.

Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan penilaian motorik halus

anak pada kelompok A. Faktor yang diteliti yaitu aktivitas guru, aktivitas anak,

dan hasil perkembangan motorik halus anak. Analisis data menggunakan analisis

deskriptif kualitatif dijabarkan dengan tabel dan grafik dengan indikator

keberhasilan yang ditetapkan.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas guru berada pada kategori

"Sangat Baik" dengan skor 20. Aktivitas anak berada ada kategori "Sangat Aktif"

dengan persentase 100%. Hasil perkembangan aspek motorik halus anak berada

pada kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) dengan memperoleh persentase

100%".

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa model Project

Based Learning dan Direct Instruction dengan media barang bekas dapat

mengembangkan aktivitas dan aspek perkembangan motorik halus anak.

Disarankan bagi guru dapat dijadikan referensi dalam memilih model dan media

pembelajaran. Bagi kepala sekolah dapat dijadikan bahan dalam melaksanakan

supervisi pembelajaran. Bagi peneliti lain dapat dijadikan sebagai salah satu

referensi dalam melaksanakan penelitian yang lebih mendalam.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI