DIGITAL LIBRARY



JUDUL:EFEKTIVITAS SOSIALISASI DAN EDUKASI KEBENCANAAN OLEH BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) KEPADA MASYARAKAT KOTA BANJARMASIN
PENGARANG:RUSIAN
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-12-16


ABSTRAK

 

Rusian, 2210411210062, 2025, “Efektivitas Sosialisasi dan Edukasi Kebencanaan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kepada Masyarakat Kota Banjarmasin”. Dibawah bimbingan Sugiannor.

 

Sosialisasi dan edukasi kebencanaan merupakan salah satu upaya preventif yang dilaksanakan oleh BPBD Kota Banjarmasin untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana, seperti banjir, kebakaran, dan gempa bumi. Meskipun kegiatan tersebut rutin dilaksanakan, efektivitasnya masih dipertanyakan karena keterbatasan sumber daya, jangkauan wilayah, dan evaluasi yang belum terukur secara sistematis. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui efektivitas sosialisasi dan edukasi kebencanaan yang dilakukan BPBD Kota Banjarmasin serta faktor penghambat dalam pelaksanaannya.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur dengan dua staf BPBD dan sepuluh masyarakat dari lima kecamatan di Kota Banjarmasin, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tujuan sosialisasi dan edukasi kebencanaan telah jelas pada tingkat makro, namun pada level operasional masih kurang terukur karena ketiadaan indikator kuantitatif; (2) kualitas pelaksanaan dinilai baik melalui metode gabungan ceramah, media visual, dan praktik simulasi, serta kolaborasi dengan pihak lokal; (3) hasil jangka pendek berupa peningkatan pengetahuan praktis, rasa percaya diri, dan transfer informasi ke lingkungan sekitar, sedangkan dampak jangka panjang belum terukur; (4) efisiensi tercapai melalui penyederhanaan materi dan kerja sama dengan pemangku lokal meski keterbatasan anggaran tetap menjadi hambatan; (5) mekanisme umpan balik bersifat informal dan belum terinstitusionalisasi. Faktor penghambat utama meliputi keterbatasan anggaran, kesibukan masyarakat, serta durasi dan fasilitas kegiatan yang terbatas.

Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa sosialisasi dan edukasi kebencanaan oleh BPBD Kota Banjarmasin cukup efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat, namun masih memerlukan penguatan pada aspek indikator operasional, monitoring dampak jangka panjang, serta dukungan sumber daya agar pemerataan dan keberlanjutan program dapat tercapai.

 

Kata kunci: Efektivitas, Sosialisasi, Edukasi Kebencanaan, BPBD

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI