DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Meningkatkan Aktivitas, Sikap Tanggung Jawab, dan Motorik Halus Anak dalam Eksplorasi Berbagai Media dan Kegiatan Menggunakan Model Kombinasi ProDeLoop di Kelompok B1 RA Larasati Sungai Tabuk | |
| PENGARANG | : | RIZKA FADHIA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-12-17 |
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan pada aktivitas anak, sikap tanggung jawab, dan motorik halus dalam eksplorasi berbagai media dan kegiatan. Permasalahan ini disebabkan oleh kurangnya variasi media dan jenis kegiatan anak, pembelajaran yang monoton, serta kurangnya aktivitas pengembangan motorik halus anak. Solusi yang diberikan adalah dengan menggunakan kombinasi dari model Project Based Learning, metode demonstrasi, dan media loose parts yang kemudian disingkat menjadi model ProDeLoop.
Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak, sikap tanggung jawab, dan hasil perkembangan aspek motorik halus anak dalam eksplorasi berbagai media dan kegiatan. Setting penelitian ini dilakukan pada anak Kelompok B1 RA Larasati Sungai Tabuk dengan jumlah 13 anak. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui lembar observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan cross table dengan digambarkan tabel dan grafik. Penelitian ini dikatakan berhasil jika aktivitas guru memperoleh skor 30-36, penilaian klasikal aktivitas anak memperoleh persentase ≥81%, penilaian klasikal sikap tanggung jawab mendapat persentase ≥85%, dan hasil perkembangan motorik halus anak secara klasikal memperoleh persentase ≥85%.
Dalam penelitian ini terjadi peningkatan pada pada setiap pertemuan. Aktivitas guru pada pertemuan I mendapat skor 26, pertemuan II mendapat skor 35, dan pertemuan III mendapat skor 36. Aktivitas anak pertemuan I memperoleh persentase 31%, pertemuan II memperoleh persentase 54%, dan pertemuan III memperoleh persentase 92%. Sikap tanggung jawab pada pertemuan I memperoleh persentase 38%, pertemuan II memperoleh 69%, dan pertemuan III memperoleh 92%. Hasil perkembangan motorik halus pertemuan I memperoleh persentase 38%, pertemuan II memperoleh 62%, dan pertemuan III memperoleh 100%.
Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa melalui model kombinasi ProDeLoop dapat meningkatkan aktivitas anak, sikap tanggung jawab, dan aspek motorik halus dalam eksplorasi berbagai media dan kegiatan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan referensi bagi sekolah, maupun peneliti selanjutnya.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI