DIGITAL LIBRARY



JUDUL:SINERGITAS PEMERINTAH DAN POKDARWIS DALAM MENGEMBANGKAN WISATA DI KELURAHAN SUNGAI JINGAH, BANJARMASIN
PENGARANG:SINTA NOVIA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-12-18


Sinta Novia, 1910411220003, 2025. Sinergitas Pemerintah dan Pokdarwis dalam Mengembangkan Wisata di Kelurahan Sungai Jingah, Banjarmasin. Dibawah bimbingan Erma Ariyani.

 

Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat memerlukan sinergitas yang kuat antara pemerintah dan kelompok masyarakat lokal. Salah satu bentuk pengembangan wisata berbasis komunitas di Kota Banjarmasin adalah Wisata Kampung Sasirangan yang berada di Kelurahan Sungai Jingah. Dalam praktiknya, pengembangan wisata tersebut melibatkan peran Pemerintah Kelurahan dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai aktor utama. Namun, sinergitas antar-aktor tersebut masih menghadapi berbagai tantangan yang berpotensi memengaruhi efektivitas dan keberlanjutan pengembangan wisata. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk sinergitas antara pemerintah dan Pokdarwis dalam pengembangan wisata Kampung Sasirangan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi sinergitas tersebut.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi aparatur pemerintah kelurahan, pengurus Pokdarwis yang terlibat dalam kegiatan wisata. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergitas antara pemerintah dan Pokdarwis dalam pengembangan Wisata Kampung Sasirangan terwujud melalui empat bentuk utama, yaitu koordinasi, komunikasi, pembagian peran, dan pelaksanaan program bersama. Pemerintah berperan sebagai fasilitator, koordinator, dan pembina, sedangkan Pokdarwis berperan sebagai pelaksana utama kegiatan wisata berbasis masyarakat. Sinergitas tersebut telah berjalan secara kolaboratif, namun masih didominasi oleh mekanisme informal dan belum sepenuhnya terlembagakan. Faktor pendukung sinergitas meliputi komitmen bersama, dukungan kebijakan pemerintah, partisipasi masyarakat dan pelaku UMKM, serta potensi wisata Sasirangan yang memiliki keunikan budaya. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan kapasitas sumber daya manusia Pokdarwis, koordinasi yang belum konsisten, promosi wisata yang belum terintegrasi, serta keterbatasan anggaran.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan agar pemerintah dan Pokdarwis memperkuat mekanisme koordinasi dan komunikasi yang lebih terstruktur, meningkatkan kapasitas kelembagaan Pokdarwis, serta menyusun perencanaan pengembangan wisata yang berorientasi jangka panjang guna mendukung keberlanjutan pengembangan wisata Kampung Sasirangan.

 

Kata Kunci:Sinergitas, Kolaborasi, Pemerintah, Pokdarwis

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI