DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENGALAMAN ANAK TUNGGAL DALAM KEHIDUPAN KELUARGA: STUDI DESKRIPTIF PADA MAHASISWA PENDIDIKAN SOSIOLOGI | |
| PENGARANG | : | FARADILA ALDA YANTI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-12-22 |
Anak tunggal adalah anak satu-satunya di dalam keluarga. Perlakuan yang diberikan kepada anak tunggal bisa dibilang terkesan istimewa. Dalam kehidupan seorang anak tunggal sering kali disebut sebagai anak yang dimanja dikarenakan keinginan dirinya yang selalu dituruti oleh kedua orang tuanya serta dalam hal itu anak tunggal sering merasakan kesepian, tidak mempunyai tempat berkeluh kesah, teman bermain, dan teman bercerita selain bisa mengandalkan dirinya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Untuk mengetahui pengalaman anak tunggal menjalani kehidupan di dalam lingkungan keluarga. (2) Untuk mengetahui tantangan yang dihadapi anak tunggal dalam lingkungan keluarga dan sosialnya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling dengan kriteria mahasiswa anak tunggal dengan jumlah informan 5 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan teknik mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengujian keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu.
Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Pengalaman anak tunggal menjalani kehidupan di dalam lingkungan keluarga terbagi menjadi tiga yaitu (a) perlakukan manja orang tua terhadap anak tunggal seperti dibelikan motor, dibelikan handphone & laptop, dibelikan pakaian. (b) kebutuhan finansial relatif mudah dipenuhi seperti mendapatkan uang tanpa diminta, meminta uang langsung dipenuhi, meminta uang dipenuhi kemudian. (c) kebebasan memilih dan tanggung jawab seperti kebebasan memilih studi, tanggung jawab anak tunggal. (2) Tantangan yang dihadapi anak tunggal dalam lingkungan keluarga dan sosialnya terbagi menjadi dua yaitu (a) perbedaan anak tunggal saat berada di rumah dan saat berada di kos (merantau) seperti anak tunggal yang berada di rumah, anak tunggal yang berada di perantauan. (b) tidak ada dukungan emosional dari saudara seperti membutuhkan peran saudara dalam proses, ingin mempunyai tempat bercerita sesama saudara kandung.
Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan bagi peneliti selanjutnya yang memiliki ketertarikan untuk meneliti objek penelitian yang sama tentang anak tunggal, diharapkan dapat melakukan pengembangan penelitian selanjutnya, serta dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai bahan referensi. Peneliti selanjutnya dapat meneliti lebih dalam mengenai anak tunggal di lingkungan sosial ataupun di dalam keluarga besar.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI