DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Pengelolaan Limbah Agroindustri Berbasis Circular Economy (Studi Kasus Pabrik Tahu Kel. Loktabat Utara di Banjarbaru)
PENGARANG:AISYAH PUTERI AZZAHRA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-12-23


Industri tahu merupakan salah satu sektor agroindustri yang menghasilkan limbah cair dan padat yang berpotensi mencemari lingkungan, jika tidak dikelola secara tepat. Limbah tahu pada dasarnya masih mengandung bahan organik yang dapat dimanfaatkan kembali melalui penerapan ekonomi sirkular, sehingga berpotensi memberikan nilai tambah secara ekonomi. Namun, industri tahu di Kota Banjarbaru masih menghadapi berbagai permasalahan, yaitu pengelolaan limbah yang belum optimal, efisiensi penggunaan air yang rendah dan emisi gas yang relatif tinggi.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip ekonomi sirkular dalam pengelolaan limbah industri tahudi Banjarbaru. Metode yang digunakan adalah studi lapangan, studi literatur dan analisis laboratorium kualitas limbah cair secara influen (sebelum pengolahan) dan effluen (sesudah pengolahan) dengan parameter pH, TSS, BOD, COD. Waktu dan tempat penelitian dilaksanakan bulan Juni-September 2025 di pabrik tahu Kecamatan Loktabat Utara, Banjarbaru. Data hasil penelitian diolah, dianalisis dan disajikan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukandebit limbah cair industri tahu, sebesar 11.162 Liter/hari. Kualitas air limbah tahu secara influen memiliki pH 4,15; TSS 732,5 mg/L; BOD 4.194,7 mg/L dan COD 10.564,7 mg/L. Setelah diolah menjadi biogas, kualitas air limbah effluen didapatkan pH 7,265; TSS 128 mg/L; BOD 333,6 mg/L dan COD 2.112,9 mg/L. Nilai ekonomi dari limbah padat tahu (ampas) dijual oleh pihak pabrik sebesar Rp. 3.000/karung, sedangkan nilai ekonomi dari biogas berdasarkan perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) adalah Rp. 4.445/kg.Rekomendasi yang dapat diberikan adalah pemanfaatan residu limbah tahu menjadi produk yang lebih bernilai ekonomi. Prioritas yang diutamakan adalah pakan ternak dari ampas dengan potensi laba sekitar Rp87.750, sedangkan pupuk cair organik berpotensi memiliki keuntungan sekitar Rp14.822. Rekomendasi lain upaya meminimalisir limbah juga dapat dilakukan melalui teknologi filtrasi air guna mendaur ulang air bekas, purifikasi gas H?S dengan teknologi adsorpsi dan biofilter, serta substitusi kayu bakar dengan pelet kayu.

Kata Kunci: Ekonomi Sirkular, Keberlanjutan, Limbah Tahu

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI