DIGITAL LIBRARY



JUDUL:IMPLEMENTASI PROGRAM PUSAT INFORMASI DAN KONSELING REMAJA (PIK-R) BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA (BKKBN) DI KELURAHAN SUNGAI ANDAI
PENGARANG:MUHAMMAD YUSHAN SATRIA MAULANA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-12-26


Muhammad Yushan Satria Maulana, 2110411210015. “Implementasi Program Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Kelurahan Sungai Andai”.Dibawah bimbingan Avela Dewi.

Kelurahan Sungai Andai merupakan wilayah padat penduduk dengan jumlah remaja yang tinggi dan menunjukkan meningkatnya permasalahan remaja, seperti kenakalan remaja, perilaku berisiko, serta kurangnya pemahaman tentang kesehatan reproduksi. Program Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) yang merupakan bagian dari Program Generasi Berencana (GenRe) BKKBN hadir untuk memberikan edukasi, penyuluhan, dan layanan konseling bagi remaja dalam mencegah risiko Triad KRR (seksualitas, HIV/AIDS, dan NAPZA). Namun dalam pelaksanaannya, program ini masih menghadapi beberapa kendala seperti komunikasi yang belum merata, keterbatasan sumber daya, kurangnya pelatihan, serta belum tersedianya fasilitas khusus untuk kegiatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Program PIK-R serta faktor penghambat pelaksanaannya di Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data meliputi data primer berupa wawancara dengan Penyuluh KB, Pembina PIK-R, dan pengurus PIK-R SMPN 27 Banjarmasin, serta data sekunder seperti dokumen pendukung dan literatur terkait. Analisis penelitian menggunakan model implementasi Edwards III yang meliputi empat variabel: komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan penyuluhan dan konseling dalam Program PIK-R di Kelurahan Sungai Andai telah berjalan, namun belum optimal. Aspek komunikasi dan koordinasi sudah diterapkan tetapi belum menjangkau seluruh remaja. Sumber daya manusia dan sarana masih terbatas sehingga kegiatan tidak dapat dilaksanakan secara maksimal. Disposisi pelaksana cukup baik karena adanya komitmen penyuluh dan pembina, namun pelaksanaan masih terhambat kurangnya pelatihan lanjutan. Struktur birokrasi mendukung program, tetapi belum dilengkapi fasilitas seperti ruang konseling dan ruang kegiatan yang memadai. Hambatan utama meliputi keterbatasan waktu, minimnya pelatihan, tidak adanya fasilitas khusus, serta kurang meratanya komunikasi kepada seluruh remaja. Penelitian ini diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program dalam pembinaan remaja.

 

Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, PIK-R, Remaja, GenRe.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI