DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | IDEOLOGI KEKUASAAN DAN KESENJANGAN KELAS SOSIAL DALAM NOVEL SI ANAK BADAI KARYA TERE LIYE (KAJIAN SASTRA MARXIS) | |
| PENGARANG | : | Siti Qur’ani | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-12-27 |
Kajian sastra Marxis membahas bagaimana hubungan karya sastra dengan masalah sosial kehidupan yang ada di tengah masyarakat, khususnya terkait dengan kesenjangan kelas sosial. Hal tersebut yang melatarbelakangi penulis untuk meneliti novel karya Tere Liye yang berjudul Si Anak Badai. Melalui pendekatan sosiologi sastra khususnya dalam ranah kajian sastra Marxis, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk ideologi kekuasaan dan kesenjangan kelas sosial antara kelas atas dan kelas bawah, dan mengetahui bagaimana perjuangan kelas bawah melawan kesenjangan kelas sosial yang terdapat dalam novel Si Anak Badai karya Tere Liye. Maka dari itu, untuk menjawab permasalahan tersebut digunakan teori ideologi dan kelas sosial Karl Marx.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra Marxis. Sumber data penelitian ini yaitu novel Si Anak Badai karya Tere Liye. Dalam penelitian ini data yang didapat berupa kata, frasa, klausa, kalimat, kutipan, ataupun paragraf. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan studi kepustakaan dan pencatatan. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. Pertama, bentuk ideologi kekuasaan yang dilakukan oleh kelas atas terhadap kelas bawah yaitu terdiri dari otoritarianisme, feodalisme, dan kapitalisme. Kedua, kesenjangan kelas sosial antara kelas atas dan kelas bawah, yakni antara pejabat tinggi kota provinsi dan masyarakat pesisir kampung Manowa. Kelas atas digambarkan sebagai sekelompok orang yang memiliki kekuasaan dengan kehidupan yang serba berkecukupan. Juga merupakan masyarakat yang kaya dan berpendidikan. Kehidupan masyarakat kota sebagai kelas penguasa lebih makmur dan sejahtera dari pada rakyat biasa (nelayan). Sedangkan, kelas bawah digambarkan dengan kehidupan yang serba kekurangan atau miskin. Selain itu, masyarakat pesisir juga mendapatkan perlakuan tidak adil oleh kelas atas dalam bidang sosial, ekonomi, politik, dan hukum. Ketiga, perjuangan kelas bawah melawan kesenjangan kelas sosial. Mulai dari penolakan dari masyarakat kampung terhadap rencana penyejahteraan masyarakat yang mengatasnamakan kebijakan pemerintah, yang tentunya memberikan keuntungan lebih untuk kelas atas, dan justru semakin menyengsarakan kelas bawah. Hingga adanya perlawanan nyata dari kelas bawah terhadap semua pergerakan yang dilakukan oleh kelas penguasa dalam merealisasikan rencana tersebut.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI