DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Membongkar Tabu Sosial: Dekonstruksi Persepsi Terhadap Istri Muda dalam Poligami di Kota Martapura
PENGARANG:GUSTI NOORSYIFA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-12-29


ABSTRAK

Gusti Noorsyifa. 2025Membongkar Tabu Sosial: Dekonstruksi Persepsi Terhadap Istri Muda dalam Poligami di Kota Martapura”. Skripsi, Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lambung Mangkurat.(Dibimbing oleh Dr. Varinia Pura Damaiyanti, S.Sos., M.Si.)

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena poligami di Kota Martapura yang kerap menempatkan istri muda sebagai objek stigma sosial. Dalam masyarakat yang religius dan patriarkal, perempuan yang menjadi istri kedua atau ketiga sering dipersepsikan sebagai perusak rumah tangga, tanpa mempertimbangkan alasan di balik keputusan tersebut. Penelitian ini bertujuan memahami motif perempuan memilih menjadi istri muda serta bagaimana mereka memaknai pengalaman tersebut di tengah konstruksi sosial yang menstigmatisasi. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori dekonstruksi Jacques Derrida untuk membongkar makna dominan yang dilekatkan pada posisi istri muda, serta teori performativitas gender Judith Butler untuk melihat bagaimana identitas perempuan terbentuk melalui tindakan dan respons terhadap norma sosial. Pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi digunakan melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipatif, dan dokumentasi guna menggali pengalaman subjektif para informan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan menjadi istri muda dipengaruhi oleh beragam faktor seperti cinta, kondisi ekonomi, desakan keluarga, dan interpretasi terhadap ajaran agama. Para informan harus berhadapan dengan stigma sosial, relasi kuasa yang timpang dalam rumah tangga, serta ketidakpastian status hukum dan sosial yang menyertai posisi mereka. Temuan ini menegaskan bahwa posisi istri muda tidak dapat dipahami sebagai pelanggaran moral semata, melainkan bagian dari dinamika sosial yang kompleks. Selain itu, penelitian memperlihatkan bahwa perempuan membangun berbagai strategi bertahanseperti menyesuaikan perilaku dengan norma, menyembunyikan status pernikahan, dan membangun narasi pembelaan diriguna mempertahankan keberterimaan sosial dalam struktur relasi perkawinan yang tidak setara.

Kata Kunci: Poligami, Poligini, Istri muda, Stigma sosial, Fenomenologi, Relasi kuasa

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI