DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENGARUH FAKTOR KELUARGA BERISIKO STUNTING TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI KECAMATAN SAMPANAHAN KABUPATEN KOTABARU | |
| PENGARANG | : | Bayu Saputra | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-12-30 |
BAYU SAPUTRA (2420422710003). 2025. Pengaruh Faktor Keluarga Berisiko Stunting Terhadap Kejadian Stunting di Kecamatan Sampanahan Kabupaten Kotabaru. Tesis. Program Studi Magister Studi Pembangunan, Program Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing 1: Muhammad Nur Iman Ridwan dan Pembimbing 2: Jamaluddin.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh dari faktor-faktor Keluarga Berisiko Stunting terhadap kejadian Stunting di Kecamatan Sampanahan Kabupaten Kotabaru. Objek penelitian adalah Pengaruh dari faktor-faktor Keluarga Berisiko Stunting terhadap Kejadian Stunting. Sedangkan subjek dalam penelitian ini adalah populasi dan sampel penelitian yang terdiri dari anak bawah lima tahun (Balita) di Kecamatan Sampanahan Kabupaten Kotabaru.
Terdapat 3 (tiga) variabel yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu variabel dependen, independen dan intervening. Variabel dependen adalah Kejadian Stunting. Variabel independen adalah faktor Sumber Air Minum Tidak Layak, Jamban Tidak Layak, PUS 4 Terlalu dan Kesertaan KB Modern. Variabel intervening adalah Faktor Kemiskinan Keluarga. Metode penelitian menggunakan tipe penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif dengan tujuan untuk mengukur pengaruh antara dua variabel atau lebih, dan menggunakan tipe penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan tujuan untuk memberikan gambaran dan klarifikasi terhadap pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan campuran yang terdiri dari Statistik Deskriptif, Uji Multikolinearitas, Analisis Regresi Logistik, Uji Overall Model Fit, Uji Nagelkerke’s R Square, Uji Kesesuaian Model, Matriks Klasifikasi, Uji Wald dan Causal Step, serta dengan wawancara.
Berdasarkan hasil penelitian secara kuantitatif variabel sumber air minum tidak layak (X1) tidak berpengaruh signifikan terhadap kejadian Stunting (Y) dengan p-value 0,411 > 0,05. Variabel Jamban tidak layak (X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap kejadian Stunting (Y) dengan p-value 0,514 > 0,05. Variabel PUS 4 Terlalu (X3) tidak berpengaruh signifikan terhadap kejadian Stunting (Y) dengan p-value 0,987 > 0,05. Variabel kesertaan ber-KB modern (X4) tidak berpengaruh signifikan terhadap kejadian Stunting (Y) dengan p-value 0,965 > 0,05. Variabel tingkat kemiskinan keluarga (Z) berpengaruh signifikan terhadap kejadian Stunting (Y) dengan p-value 0,038 < 0,05. Variabel tingkat kemiskinan (Z) tidak memediasi secara signifikan pengaruh faktor-faktor keluarga berisiko Stunting (X) terhadap kejadian Stunting (Y) dengan p-value < 0,05 baik sebelum maupun sesudah dimasukkan variabel intervening. Sedangkan secara kualitatif, variabel sumber air minum tidak layak, jamban tidak layak, PUS 4 Terlalu dan Tingkat Kemiskinan Keluarga berpengaruh terhadap kejadian Stunting. Variabel kemiskinan juga dinilai memediasi pengaruh faktor-faktor Keluarga Berisiko Stunting terhadap kejadian Stunting. Hanya variabel Kesertaan Ber-KB modern yang tidak berpengaruh.
Secara statistik, faktor-faktor Keluarga Berisiko Stunting tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian Stunting, namun berdasarkan persepsi di lapangan, faktor-faktor tersebut masih relevan dalam upaya pencegahan Stunting.
Kata kunci: Stunting, Keluarga Berisiko Stunting, Kemiskinan
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI