DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Pemanfaatan Karbon Aktif dari Kayu Alaban Teraktivasi Asam Klorida (HCl) untuk Penurunan Konsentrasi Warna Indigosol Golden Yellow IRK Artifisial | |
| PENGARANG | : | ADZRA LUTHFIA RAMADHANI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-01-02 |
Kayu Alaban di Kalimantan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku karbon aktif karena memiliki kualitas yang baik. Ketersediaan limbah biomassa kayu Alaban yang banyak dapat menjadi alternatif solusi karbon aktif untuk mengatasi pencemaran limbah cair dengan pewarna sintetis warna indigosol golden yellow IRK yang berpotensi mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan menurunkan konsentrasi pewarna artifisial melalui optimalisasi karakteristik karbon aktif yang mengacu pada SNI 06-3730-1995 dan efisiensi adsorpsi optimum menggunakan Response Surface Methodology (RSM) model Box Behnken Design (BBD). Optimasi pada pembuatan karbon aktif kayu Alaban dilakukan menggunakan aktivasi fisika, yaitu faktor suhu dan waktu, serta konsentrasi HCl pada aktivasi kimia. Hasil solusi optimum menunjukkan karakteristik karbon aktif kayu Alaban menghasilkan respons kadar air 2,123% ± 0,366%, kadar abu 0,540% ± 0,201% dan daya serap iodin 969,525 ± 60,267 mg/g. Adsorpsi pewarna indigosol golden yellow IRK artifisial dilakukan menggunakan karbon aktif dengan karakteristik terbaik. Proses adsorpsi dioptimalkan menggunakan faktor kecepatan pengadukan, waktu pengadukan, dan dosis adsorben kayu Alaban menghasilkan respons efisiensi adsorpsi. Solusi optimum pada proses adsorpsi diperoleh pada kecepatan pengadukan 67,239 ± 12,837 rpm, waktu pengadukan 28,825 ± 0,883 menit, dan dosis adsorben 4,484 ± 0,016 g/100 mL dengan efisiensi adsorpsi berada pada 80,211% ± 0,267%.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI