DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Korelasi Kadar Besi Serum dan Hemoglobin pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Rutin
PENGARANG:FELICIA CINDY TJOA PUTRI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-01-02


Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan gangguan fungsi ginjal yang

berlangsung secara progresif hingga dapat berlanjut ke tahap hemodialisis. Hemodialisis berfungsi untuk menyaring darah dan sisa-sisa metabolisme. Pasien hemodialisis rutin dapat mengalami anemia akibat penurunan produksi hormon eritropoietin, malnutrisi, retensi darah dari sirkuit dialisis, pengambilan darah berulang, dan inflamasi. Besi serum mencerminkan kadar zat besi yang bersirkulasi dan terikat pada transferrin. Pemeriksaan kadar besi serum dilakukan untuk memantau kadar hemoglobin pada pasien PGK dengan komplikasi anemia. Hemoglobin bertanggung jawab untuk transpor oksigen dimana gangguan ginjal mempengaruhi produksi dari sel darah merah terutama pada penderita PGK dengan anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya korelasi kadar besi serum dan hemoglobin pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis rutin. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional pada 32 subjek penelitian yang dipilih dengan cara probability sampling dengan jenis total sampling di RSUD Ulin Banjarmasin periode Januari-Desember 2024. Analisis data dilakukan dengan uji Spearman dengan diawali uji normalitas Shapiro-Wilk menggunakan SPSS. Hasil penelitian ini adalah terdapat korelasi positif yang sangat lemah dan tidak signifikan antara kadar besi serum dan hemoglobin pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis rutin di RSUD Ulin Banjarmasin dengan nilai r= 0,361 dan p= 0,167.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI