DIGITAL LIBRARY



JUDUL:KORELASI KADAR UREUM DAN HEMOGLOBIN PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISIS RUTIN
PENGARANG:RAIN SASTRIANI HUTASOIT
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-01-02


Hemodialisis merupakan metode untuk membuang sisa metabolisme beracun pada pasien penyakit ginjal kronis (PGK) dengan fungsi ginjal yang menurun. Penurunan fungsi ginjal menyebabkan penumpukan ureum, yaitu produk akhir metabolisme protein yang bersifat toksik dan dapat memicu karbamilasi protein, termasuk hemoglobin, sehingga mengubah struktur serta fungsinya. Hemoglobin berperan mengangkut oksigen dalam darah, dan penurunan kadarnya menandakan anemia. Anemia sering terjadi pada pasien PGK akibat berkurangnya produksi eritropoietin oleh ginjal serta efek toksik ureum terhadap sel darah merah. Kadar ureum yang tinggi juga dapat memperburuk anemia melalui pembentukan hemoglobin terkarbamilasi (CarHb) yang menurunkan kemampuan hemoglobin mengikat oksigen. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui korelasi kadar ureum dan hemoglobin pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis rutin di RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan desain cross sectional, menggunakan subjek pasien PGK stadium 5 yang dipilih melalui probability sampling jenis total random sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik pasien dan bivariat menggunakan uji Spearman dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan korelasi lemah dengan arah positif dan tidak signifikan antara kadar ureum dan hemoglobin pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis rutin di RSUD Ulin Banjarmasin dengan nilai r= + 0,066 dan p= 0,670.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI