DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PROGRAM SANITASI PADA PEKERJAAN PEMBANGUNAN DAN PENGELOLAAN SISTEM AIR LIMBAH DOMESTIK SETEMPAT (SPALD-S) BERBASIS MASYARAKAT DI KABUPATEN BARITO TIMUR
PENGARANG:MEGA RUCI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-01-06


ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PROGRAM SANITASI PADA PEKERJAAN PEMBANGUNAN DAN PENGELOLAAN SISTEM AIR LIMBAH DOMESTIK SETEMPAT (SPALD-S) BERBASIS MASYARAKAT DI KABUPATEN BARITO TIMUR

 

MEGA RUCI

NIM. 2320828320035

Dr. Eng. IRFAN PRASETIA, ST., MT

 

Perencanaan dan pembangunan infrastruktur yang dilakukan langsung oleh pemerintah tanpa melibatkan masyarakat, sehingga perlu ada paradigma pembangunan ke arah pola pelaksanaan pembangunan yang lebih mengutamakan prinsip-prinsip pemberdayaan masyarakat. Salah satunya pembangunan infrastruktur dibidang kesehatan lingkungan dan sanitasi berbasis masyarakat yang dilaksanakan di Kabupaten Barito Timur denganmenganggarkan pembangunan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) yang sasarannya adalah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang berisiko stunting melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Barito Timur yang pengelolaannya melalui kelompok swadaya masyarakat (KSM) secara swakelola[Ma1] . Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor – faktor risiko yang dominan dan untuk menganalisis strategi manajemen risiko pada proyek konstruksi. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan cara survei menyebarkan kuesioner mengenai identifikasi risiko pada pekerjaan pembangunan dan pengelolaan Sistem Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) berbasis masyarakat di Kabupaten Barito Timur. Analisis data penelitian menggunakan matriks risiko dari PMBOK, yaitu tinggi, sedang, dan rendah.Hasil penelitian menunjukan faktor risiko dominan pada kategori tinggi yaitu tenaga kerja yang tidak terampil dan kurang pemahaman teknis (P8), faktor risiko kategori sedang yaitu, kurang tersedianya jumlah tenaga kerja dilapangan (P9), kesalahan estimasi waktu/jadwal (P20), kurangnya pemahaman KSM tentang manajemen proyek (P23) dan latar belakang pendidikan serta kemampuan teknis KSM (P25). Strategi manajemen risiko dilakukan melalui pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja, pengawasan ketat di lapangan, sosialisasi kepada masyarakat, serta peningkatan koordinasi antar stakeholder. Keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan proyek terbukti penting untuk meningkatkan keberhasilan dan keberlanjutan SPALD-S berbasis masyarakat.

 

Kata Kunci: SPALD-S, manajemen konstruksi, identifikasi risiko.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI