DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Hubungan Usia dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Kolelitiasis di RSUD Ulin Banjarmasin
PENGARANG:RIZANO APMILKA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-01-09


Usia dan aktivitas fisik menjadi faktor risiko penyakit tidak menular seperti kolelitiasis, yaitu pembentukan batu di kandung empedu. Prevalensi kolelitiasis di Indonesia sebesar 5-10%. Aktivitas fisik masyarakat usia produktif (15-64 tahun) di Banjarmasin cenderung rendah. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan usia dan aktivitas fisik dengan kejadian kolelitiasis di RSUD Ulin Banjarmasin. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Subjek penelitian minimal 30 responden, diambil dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan data usia dilakukan dengan menanyakan langsung kepada responden atau melihat rekam medis responden, dan aktivitas fisik dengan melakukan wawancara terpimpin dengan pengisian kuisioner International Physical Activity Questionnaire Short Version. Distribusi responden lebih banyak berusia ≥ 40 tahun (62.3%) dan berjenis kelamin perempuan (80.3%). Responden dengan dignosis kolelitiasis berjumlah 33 dan bukan kolelitiasis 28 responden. Aktivitas fisik responden cenderung tinggi untuk keseluruhan (42.6%) dan responden kolelitiasis (54.5%). Usia dan kejadian kolelitiasis tidak ada hubungan signifikan (p = 0.176). Aktivitas fisik dan kejadian kolelitiasis juga tidak ada hubungan signifikan (p = 0.056). Secara keseluruhan hubungan usia dan aktivitas fisik dengan kejadian kolelitiasis di RSUD Ulin Banjarmasin tidak ada hubungan yang signifikan. 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI