DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | HUBUNGAN PENGGUNAAN ANGIOTENSIN RECEPTOR BLOCKER DAN CALCIUM CHANNEL BLOCKER DENGAN KADAR KREATININ: Tinjauan terhadap Pasien Penyakit Stroke Iskemik | |
| PENGARANG | : | JESSICA FEBRIANTY | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-01-09 |
Hipertensi merupakan faktor risiko utama terjadinya stroke iskemik dan memerlukan terapi antihipertensiseperti Angiotensin Receptor Blocker (ARB) dan Calcium Channel Blocker (CCB), baik sebagai monoterapi maupun kombinasi, yang berpotensi memengaruhi fungsi ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan terapi ARB dan CCB dengan kadar kreatinin pada pasien stroke iskemik rawat inap. Desainpenelitian berupa kohort retrospektif pada pasien stroke iskemik yang dirawat inap di RSUD Ulin Banjarmasin pada Januari-Desember 2024. Data sekunder diperoleh dari rekam medis dan hasil laboratorium darah. Variabel bebas penelitian ini adalah jenis antihipertensi ARB dan/atau CCB, dan variabel terikatnya adalah kadar kreatinin. Analisis dilakukan dengan uji Kruskal–Wallis. Sebanyak 411 pasien diinklusi, dengan sebagian besar berjenis kelamin laki-laki (55,5%) dan berusia antara 18-59 tahun (58,6%). Penggunaan CCB monoterapi sebanyak 35,5%, ARB monoterapi 30,7%, dan kombinasi ARB dan CCB 33,8%. Median kadar kreatinin pada masing-masing kelompok secara berturut-turut adalah 0,94 (0,75-1,38), 0,93 (0,76-1,28), dan 1,05 (0,83-1,39) mg/dl. Analisis menunjukkan hubungan tidak bermakna antara jenis terapi antihipertensi (ARB monoterapi, CCB monoterapi, kombinasi ARB dan CCB) dengan kadar kreatinin (p = 0,055). Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapathubungan yang bermakna antara penggunaan terapi ARB dan CCB dengan kadar kreatinin pada pasien strokeiskemik rawat inap di RSUD Ulin Banjarmasin.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI