DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Hubungan HbA1c dengan Kolesterol LDL pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Ulin Banjarmasin | |
| PENGARANG | : | DANISWORO LAKSMI NARESWARI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-01-10 |
HUBUNGAN HbA1c DENGAN KOLESTEROL LDL PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD ULIN BANJARMASIN
Danisworo Laksmi Nareswari
Diabetes melitus tipe 2 merupakan gangguan metabolik kronis yang sering disertai dislipidemia, terutama peningkatan kadar kolesterol LDL (K-LDL). Kontrol glikemik yang buruk, ditunjukkan oleh tingginya kadar HbA1c, diduga berperan dalam perubahan profil lipid. Penelitian ini bertujuan menilai hubungan antara HbA1c dan K-LDL pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Data sekunder diperoleh dari rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sebanyak 60 responden dipilih melalui purposive sampling, terdiri dari 30 pasien dengan HbA1c terkontrol dan 30 pasien tidak terkontrol. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50% pasien memiliki HbA1c terkontrol dan 50% tidak terkontrol. Sebanyak 30% pasien memiliki kadar K-LDL optimal, sedangkan 70% tidak optimal. Terdapat hubungan bermakna antara kadar HbA1c dan kadar K-LDL (p < 0,001). Pasien dengan HbA1c tidak terkontrol memiliki peluang sembilan kali lebih besar mengalami kadar K-LDL tidak optimal dibandingkan pasien dengan HbA1c terkontrol (OR = 9). Penelitian ini memberikan bukti berbasis data lokal mengenai hubungan antara kontrol glikemik yang buruk berhubungan dengan peningkatan K-LDL pasien DM tipe 2, sehingga perlu peningkatan intervensi klinis dan edukasi guna mencegah komplikasi kardiovaskular.
Kata-kata kunci: HbA1c, kolesterol LDL, diabetes melitus tipe 2, dislipidemia
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI