DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN SEBELUM DAN SESUDAH PEMBERIAN ERYTHROPOIESIS- STIMULATING AGENTS Tinjauan pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di RSUD Ulin Banjarmasin Tahun 2024 | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD AKMAL SAPUTRA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-01-12 |
Anemia merupakan komplikasi yang sering terjadi pada pasien Penyakit
Ginjal Kronik (PGK) yang menjalani hemodialisis (HD) akibat berkurangnya
produksi eritropoietin. Terapi Erythropoiesis-Stimulating Agents (ESA) digunakan
untuk meningkatkan kadar hemoglobin (Hb), namun respons antar pasien dapat
bervariasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kadar Hb sebelum dan
sesudah pemberian ESA pada pasien PGK yang menjalani HD di RSUD Ulin
Banjarmasin tahun 2024. Penelitian menggunakan desain observasional analitik
dengan pendekatan cross-sectional dan data diperoleh secara retrospektif dari
rekam medis. Sebanyak 85 pasien memenuhi kriteria inklusi. Kadar Hb diambil
pada dua titik waktu, yaitu sebelum pemberian ESA serta 2–6 minggu setelah
terapi. Uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal sehingga dilakukan
analisis menggunakan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan rerata kadar
Hb meningkat dari 9,42 ± 1,16 g/dL menjadi 9,68 ± 1,12 g/dL setelah pemberian
ESA. Terdapat perbedaan bermakna antara kadar Hb sebelum dan sesudah terapi
ESA (p = 0,008). Meskipun peningkatan ini signifikan secara statistik, kadar Hb
pasca terapi masih berada di bawah rentang target klinis, sehingga pasien tetap
berada dalam kategori anemia.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI