DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PERBEDAAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN KARAMUNTING LAKI (Melastoma malabathricum L.) DAN DAUN KARAMUNTING BINI (Rhodomyrtus tomentosa)
PENGARANG:MUHAMMAD ADJIE AL AMIN
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-01-12


Resistensi Escherichia coli terhadap antibiotik mendorong pengembangan agen antibakteri alternatif berbasis bahan alam. Tanaman karamunting laki (Melastoma malabathricum L.) dan karamunting bini (Rhodomyrtus tomentosa) diketahui secara empiris digunakan sebagai obat tradisional dan mengandung senyawa bioaktif, termasuk flavonoid, tanin, saponin, serta rhodomyrtone yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan membandingkan aktivitas antibakteri ekstrak daun kedua tanaman tersebut terhadap E. coli melalui pengukuran Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM). Penelitian menggunakan desain true experimental dengan post-test only control group design, serta metode ekstraksi maserasi menggunakan etanol 96%. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode dilusi cair dengan konsentrasi 20%, 10%, 5%, 2,5%, dan 1,25%. Terdapat 4 kontrol (positif, negatif, media, dan pelarut) sebagai pembanding validitas. Nilai KHM ditentukan dengan melihat kejernihan media Mueller-Hinton Broth (MHB) dibandingkan dengan kontrol negatif, sedangkan KBM dilihat dari pertumbuhan bakteri dengan menggunakan Mueller-Hinton Agar (MHA). Hasil menunjukkan bahwa kedua ekstrak memiliki nilai KHM dan KBM yang sama, yaitu pada konsentrasi 10% (100 mg/mL). Rasio KBM/KHM sebesar 1 mengindikasikan sifat bakterisidal. Dengan demikian, ekstrak daun M. malabathricum L. dan R. tomentosa memiliki aktivitas antibakteri yang setara terhadap E. coli pada konsentrasi 10%.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI