DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | UPAYA PENDAMPING PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DALAM MEMASTIKAN BANTUAN SOSIAL TEPAT SASARAN DI KECAMATAN TABUKAN KABUPATEN BARITO KUALA | |
| PENGARANG | : | FEBRIANA HASANAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-01-12 |
Febriana Hasanah (2210411220033), 2025. “Upaya Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Dalam Memastikan Bantuan Sosial Tepat Sasaran Di Kecamatan Tabukan Kabupaten Barito Kuala”. Di bawah bimbingan Trisylvana Azwari.
Perubahan sistem basis data bantuan sosial dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menuju Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) pada tahun 2025 membawa dampak signifikan terhadap ketepatan sasaran Program Keluarga Harapan (PKH). Perubahan tersebut menimbulkan berbagai persoalan di lapangan seperti ketidaksesuaian desil dengan kondisi riil Keluarga Penerima Manfaat (KPM), NIK tidak padan dengan Dukcapil, serta KPM yang tiba-tiba tidak lagi terdaftar dalam sistem. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis upaya pendamping PKH dalam mengatasi ketidaktepatan sasaran akibat perubahan DTKS ke DTSEN; dan (2) mengidentifikasi tantangan yang dihadapi pendamping PKH dalam proses validasi data agar bantuan tetap tepat sasaran.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe deskriptif, dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari kepala bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos), tiga pendamping PKH Kecamatan Tabukan serta lima Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Tabukan Raya dan lima di Desa Teluk Tamba. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan model Miles & Huberman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendamping PKH telah melakukan sejumlah upaya strategis seperti ground checking/home visit, verifikasi lapangan, sosialisasi perubahan sistem DTSEN melalui P2K2, pemutakhiran data melalui SIKS-NG, serta membantu KPM melakukan perbaikan data melalui aplikasi Cek Bansos atau melalui musyawarah desa khusus. Upaya tersebut berhasil mengidentifikasi enam KPM dengan permasalahan data, yaitu empat dari Desa Tabukan Raya dan dua dari Desa Teluk Tamba. Namun, pendamping menghadapi tantangan berupa ketidaksesuaian data DTSEN dengan kondisi lapangan, perubahan desil otomatis, serta terbatasnya akses pendamping terhadap sistem pusat.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendamping PKH memiliki peran penting dalam menjaga ketepatan sasaran bantuan sosial, namun diperlukan dukungan sistem dan koordinasi yang lebih baik untuk meminimalkan kesalahan data dan meningkatkan efektivitas pendampingan.
Kata kunci: Program Keluarga Harapan, DTSEN, DTKS, Pendamping PKH.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI