DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Hubungan Nilai Monocyte Lymphocyte Ratio (MLR) dengan Respon Pasca Terapi Radiasi Pasien Kanker Serviks di RSUD Ulin Banjarmasin Periode Januari 2022–Oktober 2025
PENGARANG:ALYA DHIYA FARISA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-01-13


Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama tingginya angka kesakitan pada wanita, dan respons terapi radiasi dipengaruhi oleh kondisi imunologis pasien. Monocyte lymphocyte ratio (MLR) digunakan sebagai penanda inflamasi karena mencerminkan keseimbangan antara aktivitas pro-tumor oleh monosit dan imunitas anti-tumor oleh limfosit. Nilai MLR yang tinggi sering dikaitkan dengan respon terapi yang lebih rendah dan prognosis klinis yang kurang baik, sehingga pemantauan MLR dianggap berpotensi membantu penilaian terapi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan nilai MLR dengan respon pasca terapi radiasi pada pasien kanker serviks di RSUD Ulin Banjarmasin periode Januari 2022–Oktober 2025. Penelitian menggunakan desain cross-sectional retrospektif dengan metode total sampling dan melibatkan 86 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Data diperoleh melalui rekam medis, dan respon terapi dikategorikan menjadi complete response dan incomplete response. Nilai MLR dihitung dari perbandingan monosit absolut dan limfosit absolut, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan bermakna antara MLR dan respon terapi radiasi dengan p = 0,031 (p < 0,05) serta koefisien korelasi r = 0,202 yang menggambarkan arah hubungan positif berkekuatan lemah. Kesimpulannya, nilai MLR berhubungan dengan respon pasca terapi radiasi dan diharapkan dapat memberikan gambaran inflamasi yang bermanfaat untuk memperkirakan respon terapi pada pasien kanker serviks.

 

Kata-kata kunci: kanker serviks, monocyte lymphocyte ratio (MLR), terapi radiasi, respon terapi

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI