DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Hubungan Tingkat Stres dengan Kejadian Premenstrual Syndrome (PMS)
PENGARANG:MUFIDAH NUHA AZZAHRA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-01-13


Premenstrual syndrome (PMS)merupakan kumpulan gejala fisik, psikologis, dan emosional yang terjadi pada fase luteal atau pramenstruasi dari siklus menstruasi yang dapat memengaruhi kehidupan normal pada wanita. Gejalanya biasanya timbul 7-10 hari sebelum menstruasi dan mereda saat menstruasi dimulai. Salah satu faktor yang berperan menyebabkan kejadian PMS adalah stres psikologis. Ketika stres Hypotalamic Pituitary Adrenal (HPA) Axis akan mengeluarkan hormon kortisol yang memicu ketidakseimbangan hormon reproduksi penyebab PMS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kejadian PMS. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik dan menggunakan pendekatan cross-sectional, melibatkan 74 mahasiswi Program Studi Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat angkatan 2022-2024 yang dipilih menggunakan purposive sampling dan simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner SPAF untuk menilai kejadian PMS dan kuesioner PSS untuk mengukur tingkat stres. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat stres responden berada pada stres sedang sebanyak 56 responden (75,7%), stres ringan 12 responden (16,2%), dan stres berat 6 responden (8,1%). Data hasil kejadian PMS didapatkan sebanyak 72 responden (97,3%) PMS dan 2 responden (2,7%) tidak PMS. Analisis statistik menggunakan Fisher-Freeman-halton Exact Test menunjukkan nilai p = 0,03, sehingga hipotesis alternatif diterima. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat stres dan kejadian PMS pada mahasiswi PSKPS FKIK ULM.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI