DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Daun Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa) t erhadap Isolat Klinis Klebsiella pneumoniae ; Tinjauan Aktivitas Antibakteri terhadap Isolat Klinis non-ESBL dan ESBL dari RSUD Ulin Banjarmasin | |
| PENGARANG | : | INDAH SYIFA KAMILA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-01-14 |
Infeksi bakteri Klebsiella pneumoniae merupakan salah satu infeksi yang menyebabkan berbagai macam penyakit. Saat ini Klebsiella pneumoniae mengalami tingkat resistensi antibiotik yang tinggi dengan menghasilkan enzim extended-spectrum β-lactamase (ESBL). Salah satu pengobatan alternatif yang bisa digunakan adalah daun karamunting yang memiliki kandungan flavonoid, alkaloid, fenol, tannin, saponin, dan triterpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan aktivitas antibakteri ekstrak metanol daun karamunting terhadap isolat klinis Klebsiella pneumoniae non-ESBL dan ESBL dengan metode dilusi cair berdasarkan konsentrasi hambat minimum. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi-eksperimental dengan metode posttest only with control group design yang terdiri dari 5 kelompok perlakuan dengan ekstrak daun karamunting konsentrasi 2,5%, 5%, 10%, 20% dan 40%, satu kontrol media MHB, dan dua kontrol negatif dengan MHB dan bakteri Klebsiella pneumoniae non-ESBL dan ESBL. Hasil yang didapatkan menunjukkan nilai KHM pada Klebsiella pneumoniae non-ESBL yaitu konsentrasi 20% dilihat dari media yang tampak jernih. Sedangkan Klebsiella pneumoniae ESBL tidak dapat dinilai secara visual karena warna ekstrak yang terlalu pekat pada konsentrasi 40%, dan pada konsentrasi dibawahnya menunjukan kekeruhan.
Kata-kata kunci: Rhodomyrtus tomentosa, ekstrak metanol daun karamunting, Klebsiella pneumoniae , ESBL, konsentrasi hambat minimum, antibakteri
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI