DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Implementasi Program Konseling Pranikah Oleh Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Dalam Upaya Meningkatkan Ketahanan Keluarga Di Kota Banjarmasin | |
| PENGARANG | : | JESIKA PUSPITA SARI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-01-19 |
Jesika Puspita Sari, 2110411320058, 2025, “Implementasi Program Konseling Pranikah Oleh Pusat Pembelajaran Keluarga dalam Upaya Meningkatkan Ketahanan Keluarga di Kota Banjarmasin”. Di bawah Bimbingan Sugiannor
Pelaksanaan konseling pranikah oleh PUSPAGA Banjarmasin merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan keluarga, terutama di tengah tingginya angka perceraian di Indonesia, termasuk Banjarmasin. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020-2024 angka perceraian mencapai lebih dari 30% dari total pernikahan. Tingginya perceraian secara umum dipicu oleh bebrapa faktor antaralain, ketidaksesuaian, komunikasi yang buruk, dan perbedaan ekspektasi yang tidak terselesaikan. Hal ini menunjukkan bahwa banyak pasangan belum memiliki kesiapan yang memadai sebelum memasuki pernikahan. Karena itu, layanan konseling pranikah dipandang sebagai upaya preventif dalam mempersiapkan calon pengantin menuju kehidupan berumah tangga yang lebih sehat dan tangguh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program konseling pranikah oleh PUSPAGA dalam meningkatkan ketahanan keluarga di Kota Banjarmasin serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pelaksanaannya.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis teori implementasi kebijakan Edward III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap PUSPAGA, KUA, serta calon pengantin.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program konseling pranikah yang dilaksanakan oleh PUSPAGA bersama KUA Kota Banjarmasin belum berjalan secara optimal. Hal ini terlihat dari beberapa kendala, antara lain minimnya jumlah sumber daya manusia, terbatasnya fasilitas ruang layanan, sosialisasi program yang belum optimal, serta ketidakteraturan kehadiran peserta konseling. Meskipun demikian, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa program konseling pranikah memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kesiapan calon pengantin dalam menghadapi kehidupan berumah tangga. Oleh karena itu, efektivitas program perlu terus ditingkatkan melalui penguatan koordinasi antar pihak terkait, pelaksanaan evaluasi program secara berkala, optimalisasi fasilitas pendukung, serta perluasan sosialisasi program, agar pelaksanaan konseling pranikah dapat memberikan dampak yang lebih signifikan dalam meningkatkan ketahanan keluarga.
Kata kunci: Konseling Pranikah, Implementasi Kebijakan, Ketahanan Keluarga
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI