DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Implementasi Program Pemberdayaan Anak Terlantar pada Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Anak dan Remaja “Mulia Satria” Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan | |
| PENGARANG | : | DIMAS SAPUTRA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-01-21 |
Penelitian ini berangkat dari kondisi implementasi Program Pemberdayaan Anak Terlantar di Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Anak dan Remaja “Mulia Satria” Provinsi Kalimantan Selatan yang dinilai belum optimal, khususnya ditinjau dari keberlanjutan kemandirian anak setelah keluar dari panti. Pembinaan lanjutan menunjukkan masih adanya ketidaksesuaian antara keterampilan yang diberikan dengan bidang kerja yang dijalani anak, serta permasalahan adaptasi sosial dan psikologis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program pemberdayaan anak terlantar serta mengidentifikasi faktor penghambat dan pendukung pelaksanaannya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan “teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi dinas sosial, pengelola panti, pekerja sosial, pengasuh, serta anak dan remaja sebagai penerima manfaat program. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Model Korten yang menekankan kesesuaian antara program dengan kebutuhan sasaran, program dengan kapasitas organisasi pelaksana, serta organisasi pelaksana dengan karakteristik kelompok sasaran, yang diperkuat dengan perspektif implementasi kebijakan lainnya”.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Pemberdayaan Anak Terlantar di Panti “Mulia Satria” telah terlaksana dan mampu memenuhi kebutuhan dasar anak serta memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan dan kemandirian. Namun demikian, pelaksanaan program tersebut belum berjalan secara optimal akibat penataan ruang kerja pegawai yang kurang mendukung, keterbatasan jumlah dan kualitas sumber daya pengasuh serta pekerja sosial, serta keberagaman latar belakang anak yang menuntut penerapan pendekatan yang berbeda-beda, masih terdapat ketidaksesuaian antara minat dan bakat anak dengan kapasitas yang dimiliki, serta materi pelatihan yang belum sepenuhnya relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Oleh karena itu, diperlukan upaya penguatan program melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penerapan pendampingan yang lebih individual, serta penyesuaian materi pelatihan agar lebih relevan dan berkelanjutan.
Kata kunci: Implementasi Kebijakan, Program Pemberdayaan, Anak Terlantar, Panti Sosial, Model Korten.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI