DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | EVALUASI KEBIJAKAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH | |
| PENGARANG | : | MURSYIDI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-01-22 |
Mursyidi. Nim. 2320419310035. 2025. Tesis. Evaluasi Kebijakan Pengelolaan Sampah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Di bawah Bimbingan Nurul Azkar.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan pengelolaan sampah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dengan menggunakan enam variabel evaluasi kebijakan menurut William N. Dunn, yaitu efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Evaluasi dilakukan pada lima tahapan kebijakan, yaitu tahap perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, ketersediaan sarana dan prasarana, serta sumber daya manusia. Latar belakang penelitian didasarkan pada kondisi bahwa hingga tahun 2020 pengelolaan sampah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah masih menerapkan paradigma kumpul–angkut–buang. Sejak tahun 2021, kebijakan mulai bergeser menuju paradigma kumpul–angkut–pilah–olah–buang, seiring diberlakukannya Peraturan Bupati Hulu Sungai Tengah Nomor 66 Tahun 2018. Namun demikian, pencapaian target pengelolaan sampah masih belum optimal. Pada tahun 2021, realisasi hanya mencapai 72,35% dari target 98%; tahun 2022 sebesar 77,31% dari target 99%; dan tahun 2023 sebesar 85,31% dari target 99%. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan antara target dan realisasi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen. Data dianalisis dengan metode analisis interaktif, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Temuan pada penelitian ini adalah bahwa kebijakan pengelolaan sampah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dinilai kurang efektif. Pada tahap perencanaan, sudah tersedia dokumen PTMP sebagai pedoman dan peta jalan bagi pemerintah daerah dalam pelaksanaan pengelolaan sampah dan penentuan target capaian pengelolaan sampah di daerah. Pada tahap penganggaran, alokasi anggaran masih sangat terbatas dibandingkan kebutuhan operasional, jumlah armada, dan pengembangan TPS/TPS3R, hal ini berdampak pada efisiensi dan pemerataan layanan yang belum optimal untuk mencakup seluruh kecamatan dan desa yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Pada tahap pelaksanaan, penanganan sampah sudah berjalan sesuai dengan SOP namun belum optimal dalam pengurangan sampah, khususnya pada aspek pemilahan sampah rumah tangga masih sangat rendah, bank sampah belum optimal dalam membantu mengurangi sampah, dan penegakan regulasi belum tegas. Kondisi ini menunjukkan efektivitas dan ketepatan pelaksanaan belum tercapai sepenuhnya. Dari sisi ketersediaan sarana dan prasarana, jumlah armada angkutan sampah masih terbatas dan sebagian besar sudah berumur tua dan tidak layak, jumlah bank sampah dan TPS/TPS3R belum merata di semua kecamatan, dan fasilitas pengolahan sampah belum optimal. Hal ini berdampak pada kecukupan dan efisiensi pengelolaan sampah. Kemudian dari sisi ketersediaan sumber daya manusia, belum mencukupi baik dari segi jumlah maupun kompetensi, sehingga efektivitas dan ketepatan kinerja pengelolaan sampah belum optimal.
Penelitian ini juga mengidentifikasi faktor-faktor penghambat utama pengelolaan sampah, meliputi keterbatasan sumber daya (anggaran, sarana prasarana, dan SDM), kondisi geografis wilayah yang sulit dijangkau, kendala teknis operasional seperti usia armada dan tingginya biaya operasional, rendahnya kesadaran dan partisipasi masyarakat, serta belum optimalnya kelembagaan dan koordinasi lintas sektor.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun terdapat perubahan paradigma dan upaya peningkatan, kebijakan pengelolaan sampah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah kurang efektif, terutama karena kendala perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, ketersediaan sarana dan prasarana, dan kecukupan SDM. Penelitian ini memberikan rekomendasi berupa penguatan perencanaan berbasis data, peningkatan anggaran berbasis kinerja, optimalisasi implementasi 3R, penambahan sarana dan prasarana pengelolaan sampah, penambahan dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia pengelola sampah, peningkatan edukasi dan sosialisasi pengelolaan sampah rumah tangga dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat, serta penguatan kolaborasi multipihak dalam pelaksanaan penanganan dan pengurangan sampah. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas kebijakan dan mendukung pencapaian target pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Kata Kunci: evaluasi kebijakan, pengelolaan sampah, William N. Dunn, implementasi kebijakan, Hulu Sungai Tengah
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI