DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Adaptasi Budaya Minangkabau: Studi Pada Mahasiswa Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Angkatan 3 Inbound Universitas Negeri Padang | |
| PENGARANG | : | TESALEONIKA PUTRI SITUMORANG | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-01-22 |
Pada program ini, mahasiswa diharapkan dapat beradaptasi dengan baik dilingkungan yang baru. Namun, realitanya saat memasuki lingkungan baru tentunya membutuhkan proses adaptasi agar dapat berbaur dengan lingkungannya. Proses adaptasi menjadi tantangan bagi mahasiswa terutama bagi mereka yang baru pertama kali memasuki daerah tempat program tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Proses adaptasi budaya Minangkabau pada mahasiswa program Pertukaran Mahasiswa Merdeka angkatan 3 Inbound Universitas Negeri Padang (2) Faktor yang mendukung dan menghambat proses adaptasi budaya Minangkabau pada mahasiswa program Pertukaran Mahasiswa Merdeka angkatan 3 Inbound Universitas Negeri Padang.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan melibatkan 5 informan. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Untuk memastikan keabsahan data, digunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik dan triangulasi waktu.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Proses adaptasi budaya Minangkabau pada mahasiswa program pertukaran mahasiswa merdeka angkatan 3 Inbound Universitas Negeri Padang terdiri dari fase bulan madu (honeymoon phase), fase frustasi (frustration phase), fase penyesuaian ulang (Readjustment Phase), dan fase resolusi (resolution phase). (2) Faktor yang mendukung dan menghambat proses adaptasi budaya Minangkabau pada mahasiswa program Pertukaran Mahasiswa Merdeka angkatan 3 Inbound Universitas Negeri Padang yaitu faktor pendukung terdiri dari dukungan liaison officer (LO) dan Dosen Modul Nusantara, dukungan dosen perkuliahan dan mahasiswa lokal, modul Nusantara, dan sikap terbuka mahasiswa sedangkan faktor penghambat terdiri dari hambatan bahasa dan logat lokal, ketidakcocokan dengan makanan lokal, tekanan akademik, dan sikap tertutup mahasiswa.
Disarankan kepada Masyarakat untuk dapat memberikan ruang bagi mahasiswa peserta Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka untuk mengenal kehidupan sosial dan budaya setempat melalui interaksi yang terbentuk secara alami. Pemerintah diharapkan terus memperkuat program Pertukaran Mahasiswa Merdeka atau program sejenisnya dengan menyediakan fasilitas pendukung yang membantu mahasiswa dalam proses adaptasi budaya
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI