DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MODEL KEJADIAN DIABETES MELLITUS ANTARA WILAYAH PERKOTAAN DAN PERDESAAN DI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN (ANALISIS DATA SEKUNDER SURVEI KESEHATAN INDONESIA 2023) 2023)
PENGARANG:HANA NAZWARINI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-01-22


Diabetes Mellitus (DM) merupakan suatu kondisi kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa dalam darah akibat ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup. Prevalensi DM di Indonesia cenderung meningkat dari Riskesdas 2013 hingga SKI 2023. Prevalensi DM di Kalimantan Selatan juga mengalami peningkatan pada Riskesdas 2018 hingga SKI 2023. Penelitian ini bertujuan menganalisis variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian DM. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Sampel adalah usia produktif dengan total 11.308 orang dengan purposive sampling di Provinsi Kalimantan Selatan yang terdata dalam SKI 2023. Variabel bebas meliputi jenis kelamin, tingkat pendidikan, aktivitas fisik, IMT, perilaku merokok, konsumsi makan manis dan konsumsi minuman manis. Analisis dilakukan secara bivariat (Chi-square) dan multivariat (regresi logisitik). Hasil menunjukan hubungan signifikan (p<0,05) antara jenis kelamin, aktivitas fisik, kejadian hipertensi, konsumsi makanan manis, dan konsumsi minuman manis di wilayah perkotaan. Pada wilayah perdesaan terdapat hubungan antara jenis kelamin, kejadian hipertensi, konsumsi makanan manis, dan konsumsi minuman manis. Hasil analisis model menunjukkan bahwa kejadian hipertensi merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian diabetes mellitus pada masyarakat perkotaan dan perdesaan. Diperlukan penguatan pencegahan DM melalui edukasi, skrining dini, pengendalian hipertensi, peningkatan aktivitas fisik, pembatasan konsumsi makanan dan minuman manis, serta penelitian lanjutan yang lebih komprehensif.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI