DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PERAN AIMI KALIMANTAN SELATAN DALAM MENDUKUNG KEBERHASILAN PROGRAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN | |
| PENGARANG | : | IRMA OKTAVIANITA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-01-22 |
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Kalimantan Selatan dalam mendukung keberhasilan program ASI eksklusif serta mengidentifikasi strategi yang digunakan organisasi dalam menghadapi tantangan internal. Fokus penelitian diarahkan pada empat tantangan internal yang tercantum dalam proposal, yaitu keterbatasan sumber daya manusia, keterbatasan pendanaan, keterbatasan jangkauan wilayah, dan hambatan advokasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi tidak langsung dan telaah dokumentasi, dengan informan yang terdiri dari pengurus AIMI Kalimantan Selatan, aparatur pemerintah daerah, media publik dan peserta kelas menyusui AIMI.
Analisis data menggunakan teknik analisis Miles, Huberman dan Saldaña, yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AIMI Kalimantan Selatan menjalankan empat peran utama yang dinilai signifikan dalam mendukung keberhasilan ASI eksklusif, yaitu peran edukatif, pendampingan, kolaboratif dan advokasi. Peran edukatif tampak melalui pelaksanaan kelas menyusui, konseling laktasi, penggunaan alat peraga dan demonstrasi praktik langsung. Peran pendampingan tercermin dari dukungan emosional dan komunikasi empatik yang diberikan relawan untuk menguatkan kepercayaan diri ibu menyusui. Peran kolaboratif terwujud melalui kemitraan strategis dengan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, DP3A Provinsi Kalimantan Selatan serta RRI Banjarmasin. Selain itu, peran advokasi ditunjukkan melalui penyampaian informasi mengenai hak ibu menyusui, dorongan penyediaan ruang laktasi dan partisipasi dalam forum perencanaan pembangunan.
Penelitian ini juga menemukan bahwa AIMI Kalimantan Selatan menerapkan berbagai strategi adaptif untuk mengatasi kendala internal. Strategi tersebut meliputi optimalisasi peran relawan berdasarkan kompetensi, pemanfaatan media sosial untuk memperluas jangkauan edukasi, penguatan jejaring kolaborasi demi menutupi keterbatasan pendanaan serta peningkatan kredibilitas organisasi melalui kerja sama dengan pemerintah dan media publik. Strategi-strategi ini efisien dalam membantu AIMI menjalankan programnya di tengah keterbatasan struktur organisasi.
Integrasi temuan penelitian dengan teori governance, governance networks dan collaborative governance menunjukkan bahwa AIMI Kalimantan Selatan berperan sebagai aktor non-pemerintah yang aktif dalam jaringan tata kelola kesehatan ibu dan anak. AIMI turut menciptakan nilai publik melalui sinergi multi-aktor, kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan komunitas.
Kata Kunci: ASI eksklusif, AIMI Kalimantan Selatan, governance, governance networks, collaborative governance, edukasi menyusui.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI