DIGITAL LIBRARY



JUDUL:KOLABORASI PENTAHELIX DALAM MENGATASI PERNIKAHAN DINI MELALUI PROGRAM SEKOLAH SIAGA KEPENDUDUKAN DI KOTA BANJARMASIN
PENGARANG:WINDA SAFITRI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-01-23


ABSTRAK

 

Winda Safitri, 2210411220027, 2025. Kolaborasi Pentahelix Dalam Mengatasi Pernikahan Dini Melalui Program Sekolah Siaga Kependudukan di Kota Banjarmasin. Di bawah bimbingan Muhammad Nur Iman Ridwan.

 

Pernikahan dini masih menjadi permasalahan sosial dan kependudukan yang signifikan di Indonesia, khususnya di wilayah Kota Banjarmasin. Berbagai upaya pencegahan telah dilakukan melalui program pendidikan, kebijakan pemerintah, serta pemberdayaan komunitas untuk meningkatkan pengetahuan remaja dan membentuk lingkungan yang mendukung pendewasaan usia perkawinan. Salah satu upaya strategis tersebut diwujudkan melalui Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) yang berfokus pada penguatan literasi kependudukan dan kesehatan reproduksi melalui kolaborasi lintas sektor.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kolaborasi Pentahelix dalam mengatasi pernikahan dini melalui Program SSK di SMP Negeri 6 dan SMP Negeri 8 Banjarmasin, serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat yang memengaruhi kolaborasi dalam program tersebut. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan model kolaborasi Pentahelix menurut Awaluddin et al., (2016), yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMP Negeri 6 Banjarmasin telah menerapkan Program SSK secara lebih komprehensif melalui integrasi materi kependudukan dalam pembelajaran, penguatan kegiatan kesiswaan, kerja sama dengan akademisi dan praktisi, dukungan komunitas seperti GenRe dan PIK-R, serta publikasi edukasi melalui media. Sementara itu, SMP Negeri 8 Banjarmasin belum menerapkan SSK secara formal sehingga edukasi terkait kesehatan reproduksi dan pencegahan pernikahan dini masih berlangsung secara parsial dan tidak berkelanjutan. Penelitian juga menemukan adanya empat faktor penghambat utama, yaitu: (1) minimnya anggaran program, (2) keterbatasan sumber daya manusia, (3) koordinasi lintas sektor yang belum optimal, dan (4) pengaruh budaya serta lingkungan masyarakat yang masih mentoleransi praktik pernikahan dini.

Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas kolaborasi Pentahelix sangat dipengaruhi oleh dukungan kebijakan, ketersediaan sumber daya, dan kondisi sosial budaya masyarakat. Upaya pencegahan pernikahan dini akan lebih optimal jika penguatan koordinasi, peningkatan kapasitas SDM, serta perluasan edukasi kependudukan dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi di seluruh satuan pendidikan.

 

Kata Kunci: Kolaborasi Pentahelix, Sekolah Siaga Kependudukan, Pencegahan Pernikahan Dini, Pendidikan Kependudukan, Banjarmasin.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI