DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PEMETAAN ANCAMAN BAHAYA BENCANA TANAH LONGSOR MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) SPASIAL DI KECAMATAN MANTEWE | |
| PENGARANG | : | LUTHFI AFIFY | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-01-29 |
ABSTRAK
Luthfi Afify, NIM 2110416310040, Pemetaan Ancaman Bahaya Bencana Tanah longsor Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Spasial Di Kecamatan Mantewe, dibimbing oleh Wisnu Putra Danarto, S.Pd., M.Sc.
Penelitian ini dilakukan untuk memetakan tingkat ancaman bahaya tanah longsor di Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu. Wilayah penelitian memiliki topografi curam dan kondisi geologi kompleks khas Pegunungan Meratus, sehingga faktor seperti curah hujan tinggi, batuan mudah lapuk, jenis tanah, dan perubahan tutupan lahan sangat memengaruhi kerentanan longsor. Pendekatan terpadu berbasis AHP, SMCA, dan SIG diterapkan untuk menghasilkan pemetaan bahaya yang objektif, terukur, dan mudah digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Tahapan penelitian mencakup observasi lapangan serta pengolahan data spasial berupa peta geologi, jenis tanah, kemiringan lereng, curah hujan, dan tutupan lahan. Pembobotan AHP dilakukan bersama lima partisipan. Hasil AHP menunjukkan curah hujan sebagai faktor dominan dengan bobot 0,37, disusul kemiringan lereng, tutupan lahan, geologi, dan jenis tanah. Bobot tersebut kemudian diintegrasikan ke dalam SMCA dan dianalisis melalui weighted overlay pada SIG untuk menghasilkan peta zonasi ancaman dengan tiga kategori, yaitu rendah, sedang, dan tinggi.
Peta yang dihasilkan menunjukkan bahwa ancaman sedang mendominasi wilayah Kecamatan Mantewe, sedangkan zona ancaman tinggi terkonsentrasi di Desa Gunung Raya dan Emil Baru yang memiliki batuan mudah lapuk dan tanah sensitif terhadap kejenuhan air. Area selatan seperti Mulya Jaya dan Suka Damai termasuk kategori rendah karena morfologi lebih datar dan drainase stabil. Temuan ini menyediakan dasar ilmiah bagi pemerintah daerah dan BPBD dalam perencanaan mitigasi, penyusunan tata ruang, serta pengurangan risiko bencana secara berkelanjutan.
Kata Kunci: Longsor, Bahaya, SMCA, AHP, Sistem Informasi Geografis.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI