DIGITAL LIBRARY



JUDUL:SESAJEN MAKANAN PADA RITUAL NGALANGKANG (TAHAP KETIGA) DI DESA TANJUNG JAWA KECAMATAN DUSUN SELATAN KABUPATEN BARITO SELATAN KALIMANTAN TENGAH
PENGARANG:DERI EKA SAPUTRA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-01-29


Deri Eka Saputra, 2025. Sesajen Makanan Pada Ritual Ngalangkang (Tahap Ketiga) Di Desa Tanjung Jawa Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan Kalimantan Tengah. Jurusan Pendidikan Sosiologi, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing Yuli Apriati.

Kata Kunci: Sesajen Makanan, Ritual Ngalangkang, Makna Sesajen.

                          Pada masyarakat Desa Tanjung Jawa Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan Kalimantan Tengah terdapat salah satu ritual yaitu Ngalangkang. Ritual Ngalangkang adalah memberikan sesajen makanan untuk almarhum yang telah meninggal, ritual Ngalangkang terdapat tiga tahap dimana puncak ritual ada pada tahap ketiga (terakhir). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Jenis sesajen makanan pada ritual Ngalangkang (tahap ketiga). (2) Makna yang terkandung dalam sesajen makanan pada ritual Ngalangkang (tahap ketiga).

                          Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling dan informan dalam penelitian ini berjumlah (4) orang. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan pada November 2024 hingga Juli 2025. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengujian keabsahan data yang dilakukan yakni: triagulasi sumber, triagulasi waktu, dan triagulasi teknik.

                          Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) Sesajen makanan pada ritual Ngalangkang (tahap ketiga) di Desa Tanjung Jawa terdapat dua kategori sesajen yaitu sesajen makanan wajib (sajin utama) yaitu (Lamang/Bane, Katupang, Gagatas, Cucur, Bua Gayam, Katupat, Lapat, Ayam, dan Babi), dan sesajen makanan tidak wajib (sajian pelengkap atau tambahan) yaitu (makanan yang disukai almarhum ketika masih hidup dan keinginan hati keluarga). (2) Makna yang terkandung dalam sesajen makanan pada ritual Ngalangkang (tahap ketiga) ini dimaksudkan bagi almarhum yang sudah meninggal, dan bagi manusia yang masih hidup, dengan tujuan sebagai bekal makanan almarhum dan memiliki makna yaitu Katupang memberitahukan roh almarhum bahwa Ngalangkang telah selesai, hewan kurban bermakna untuk tunggangan almarhum, bantal tidur almarhum selama menuju Gunung Lumut, dan juga bermakna untuk menyaki pilah (mensucikan) badan kasar dan kuburan alarhum, selanjutnya makanan dan kue tradisional memaknai, kebersamaan, kesucian, rezeki, keberuntungan, dan adanya ikatan antara dunia roh dan dunia manusia. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan bagi masyarakat Desa Tanjung Jawa Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan Kalimantan Tengah agar bisa tetap mempertahankan kebudayaan yang masih bertahan hingga saat ini, karena dalam pelaksanaan ritual Ngalangkang, terdapat solidaritas yang dapat mempererat hubungan antara warga di Desa Tanjung Jawa.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI