DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN PERBAIKAN RUMAH TIDAK LAYAK HUNI (RTLH) DI KELURAHAN KELAYAN SELATAN KECAMATAN BANJARMASIN SELATAN KOTA BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | SITI FATIMATUZZAHRA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-01-29 |
Siti Fatimatuzzahra (2210411120014), 2025. “Implementasi Program Bantuan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Sebagai Pengentasan Permukiman Kumuh Di Kelurahan Kelayan Selatan Kecamatan Banjarmasin
Selatan Kota Banjarmasin”. Di bawah bimbingan Trisylvana Azwari
Permasalahan rumah tidak layak huni masih menjadi salah satu isu yang dihadapi dalam peningkatan kualitas permukiman di Kelurahan Kelayan Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin. Dalam pelaksanaannya, Program Bantuan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dihadapkan pada sejumlah kendala, terutama keterbatasan anggaran serta persyaratan administratif yang memengaruhi proses penetapan penerima bantuan, khususnya terkait kelengkapan alas hak tanah dan rumah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Program Bantuan Perbaikan RTLH di Kelurahan Kelayan Selatan Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin, serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaannya.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi pihak Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Banjarmasin, Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Program, Ketua RT setempat, serta masyarakat penerima bantuan. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Bantuan Perbaikan RTLH di Kelurahan Kelayan Selatan telah dilaksanakan melalui tahapan pendataan calon penerima, verifikasi, penetapan penerima, penyaluran bantuan, pelaksanaan perbaikan rumah, hingga monitoring dan evaluasi. Ditinjau berdasarkan indikator implementasi kebijakan yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi, pelaksanaan program dinilai telah berjalan dengan cukup baik hingga baik. Namun demikian, masih terdapat faktor penghambat utama dalam pelaksanaan program, yaitu keterbatasan anggaran yang memengaruhi cakupan dan ruang lingkup perbaikan rumah, serta masih adanya calon penerima bantuan yang tidak memiliki alas hak tanah dan rumah yang sah sehingga tidak dapat diproses sebagai penerima bantuan.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan adanya penguatan pendampingan administratif kepada masyarakat serta penyesuaian perencanaan anggaran agar pelaksanaan Program Bantuan Perbaikan RTLH dapat berjalan lebih optimal.
Kata Kunci: Implementasi, RTLH, Permukiman Kumuh, Kelayan Selatan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI