DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Penilaian Spasial Kualitas Lingkungan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Menggunakan Remote Sensing Ecological Index (RSEI)
PENGARANG:ABRAHAM PRAKOSO
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-01-30


Kabupaten Hulu Sungai Tengah memiliki dinamika ekologi yang kompleks akibat tekanan antropogenik, seperti deforestasi, ekspansi permukiman, dan perubahan tutupan lahan, yang berdampak pada penurunan kualitas lingkungan serta meningkatnya risiko bencana hidrometeorologis. Pemantauan ekologi yang selama ini bersifat parsial dan konvensional belum mampu menggambarkan dinamika spasial-temporal secara komprehensif, sehingga diperlukan pendekatan kuantitatif berbasis penginderaan jauh.

Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi NDVI, NDMI, dan NDBSI dalam membentuk indeks kualitas ekologi terpadu, mengidentifikasi kondisi spasial kualitas ekologi Kabupaten Hulu Sungai Tengah, serta menilai perubahannya antara tahun 2019 dan 2023 menggunakan Remote Sensing Ecological Index (RSEI). Analisis dilakukan menggunakan citra Sentinel-2 tahun 2019 dan 2023, dengan prapemrosesan melalui Google Earth Engine, perhitungan indeks berbasis GIS, serta integrasi parameter menggunakan Principal Component Analysis (PCA).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa PCA mampu mengintegrasikan NDVI, NDMI, dan NDBSI secara efektif dalam pembentukan RSEI, dengan kontribusi PC1 sebesar 94,15% pada tahun 2019 dan 92,66% pada tahun 2023. Pada tahun 2019, variasi kualitas ekologi lebih didominasi oleh faktor alami berupa vegetasi dan kelembapan, sedangkan pada tahun 2023 kontribusi NDBSI meningkat, mengindikasikan menguatnya pengaruh lahan terbangun dan permukaan kering. Secara spasial, kualitas ekologi Kabupaten Hulu Sungai Tengah tergolong relatif baik, dengan dominasi kelas Baik–Sangat Baik yang meningkat dari 76,13% menjadi 81,09% dan terkonsentrasi di kawasan hulu Pegunungan Meratus. Analisis perubahan menunjukkan bahwa 64,26% wilayah berada pada kondisi stabil, 28,78% mengalami peningkatan kualitas, dan hanya 6,96% mengalami degradasi yang terutama terkonsentrasi di wilayah perkotaan dan dataran tengah–selatan. Temuan ini menegaskan bahwa RSEI berbasis tiga parameter ekologis mampu merepresentasikan kondisi ekologis wilayah secara komprehensif dan relevan sebagai alat pendukung perencanaan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI