DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENGARUH PERSEPSI KERENTANAN, MANFAAT DAN HAMBATAN TERHADAP PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI OLEH DUTA GENRE DI KALIMANTAN SELATAN | |
| PENGARANG | : | SUCI TRI WULANDARI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-01-30 |
Pernikahan dini masih menjadi permasalahan serius di Indonesia. Data Kementerian Agama pada tahun 2024 mencatat masih terdapat 759 kasus pernikahan dini di Provinsi Kalimantan Selatan, sehingga diperlukan upaya pencegahan yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan pernikahan dini oleh Duta GenRe di Kalimantan Selatan berdasarkan konstruk Health Belief Model. Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 174 orang, dengan sampel sebanyak 71 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui instrumen yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square dan multivariat menggunakan uji regresi logistik metode Backward LR dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 66,20% responden aktif melakukan pencegahan pernikahan dini. Persepsi kerentanan (p=0,014), persepsi manfaat (p<0,001), dan persepsi hambatan (p=0,033) berhubungan signifikan dengan perilaku pencegahan pernikahan dini. Analisis multivariat menemukan bahwa persepsi manfaat merupakan variabel paling dominan berpengaruh (PR=7,958 dan p=<0,001). Pencegahan pernikahan dini perlu difokuskan pada peningkatan persepsi manfaat Duta GenRe agar lebih aktif dalam melakukan pencegahan.
Kata kunci: Duta GenRe, health belief model, pencegahan pernikahan dini
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI