DIGITAL LIBRARY



JUDUL:IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DI KECAMATAN BANJARMASIN SELATAN KOTA BANJARMASIN
PENGARANG:MUHAMMAD ILMI RAMADHANI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-02-01


ABSTRAK
 
 
Muhammad Ilmi Ramadhani. 2010411310036, 2024. Implementasi Program Keluarga Harapan di Kecamatan Banjarmasin Selatan. Dibawah Bimbingan Trisylvana Azwari
 
Strategi pengentasan kemiskinan oleh pemerintah berfokus pada perlindungan keluarga miskin sementara dan pemberdayaan masyarakat miskin kronis melalui penyediaan kebutuhan pokok, sistem jaminan sosial, dan pengembangan budaya usaha. Salah satu wujudnya adalah Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sosial bersyarat yang dilaksanakan sejak 2007. Data Dinas Sosial Kota Banjarmasin menunjukkan Kecamatan Banjarmasin Selatan memiliki jumlah penerima PKH tertinggi pada 2022-2024, mencapai 3.976 orang, mengindikasikan ketimpangan distribusi. PKH bertujuan meningkatkan akses layanan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial guna menanggulangi kemiskinan berkelanjutan. Penelitian ini menganalisis implementasi PKH di Kecamatan Banjarmasin Selatan dan mengidentifikasi faktor penghambatnya.
 
Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi yang dilaksanakan selama 2 bulan, wawancara dengan 4 informan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data,penyajian data, dan penarikan kesimpulan. 
 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PKH di Kecamatan Banjarmasin Selatan telah mencakup empat elemen utama: komunikasi, sumber daya, disposisi pelaksana, dan struktur birokrasi. Komunikasi berjalan efektif melalui pendamping PKH yang memanfaatkan pertemuan kelompok, grup WhatsApp, dan koordinasi dengan pihak eksternal, memastikan pesan kebijakan tersampaikan serta membuka jalur pengaduan. Sumber daya, seperti pendamping dan sistem perbankan, mendukung program meski terdapat keterbatasan jumlah pendamping dan beban kerja tinggi. Disposisi pelaksana, khususnya pendamping PKH, menunjukkan dedikasi dan komitmen tinggi dalam memastikan kepatuhan KPM dan memberikan edukasi. Struktur birokrasi mendukung melalui pemutakhiran data berbasis DTKS dan koordinasi antarpihak. Namun, program ini masih menghadapi tantangan berupa keterlambatan penyaluran bantuan dan ketidaksesuaian data penerima manfaat dengan kondisi faktual di lapangan. 
 
Untuk mengoptimalkan implementasi PKH, saran dari peneliti adalah agar instansi terkait meningkatkan kualitas komunikasi dan sumber daya melalui pelatihan pendamping sosial, optimalisasi teknologi informasi, dan pemutakhiran data penerima manfaat secara berkala. Selain itu, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada evaluasi jangka panjang terhadap dampak PKH, agar kebijakan yang diterapkan lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
 
Kata Kunci: Program Keluarga Harapan, Kemiskinan, Implementasi.
Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI