DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | KULITAS PELAYANAN PEMINJAMAN GEDUNG BALAIRUNG SARI PADA UPTD TAMAN BUDAYA KALIMANTAN SELATAN | |
| PENGARANG | : | NORBAYANTI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-02-02 |
Norbayanti, 2110411120016, 2025, “Kualitas Pelayanan Peminjaman Gedung Balairung Sari Pada UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan “. Di bawah bimbingan Taufik Arbain selaku Dosen Pembimbing.
Penelitian ini berangkat dari adanya keluhan pengunjung di UPTD Taman Budaya terkait adanya fasilitas Gedung Balairung Sari yang kurang memadai, pelayanan yang kurang ramah dan harga sewa yang terbilang tinggi. Harga sewa yang terbilang tinggi ini adalah hal yang sering dikeluhkan oleh penggiat seni budaya yang berkegiatan di Gedung Balairung Sari UPTD Taman Budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan peminjaman Gedung Balairung Sari pada UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat yang memengaruhi mutu pelayanan tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana (2014) mencakup proses kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan peminjaman Gedung Balairung Sari dapat dikatakan berjalan cukup baik. Hal ini terlihat dari seluruh proses pelaksanaannya yang umumnya terlaksana dengan cukup baik, mulai dari prosedur pengajuan, verifikasi berkas, hingga proses persetujuan peminjaman. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa kekurangan di dalamnya, seperti kurangnya kejelasan informasi yang diterima oleh pemohon, keterlambatan dalam penyampaian respon pada waktu-waktu tertentu, serta koordinasi internal yang masih perlu diperbaiki. Kekurangan-kekurangan tersebut menjadi catatan penting agar kualitas pelayanan ke depan dapat ditingkatkan. Adapun faktor penghambat pelayanan meliputi keterbatasan sarana dan prasarana, belum optimalnya kompetensi dan jumlah sumber daya manusia, kurangnya sistem digitalisasi layanan, serta minimnya koordinasi dalam pengelolaan fasilitas seperti area parkir. Dalam hal ini, diperlukan perbaikan dalam pengembangan fasilitas, peningkatan kapasitas SDM, penyederhanaan prosedur, serta penguatan sistem pelayanan berbasis teknologi agar UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan mampu mewujudkan pelayanan yang lebih efektif, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta komunitas seni.
Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Peminjaman Gedung, Taman Budaya, UPTD, Pelayanan Publik.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI