DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Penerapan metode AHP-TOPSIS dan DEA dengan pendekatan fuzzy untuk penilaian kualitas pengelolaan metadata statistik sektoral pada SKPD di kota Banjarbaru
PENGARANG:PRADITYA EKA SAPUTRA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-02-02


Pengelolaan metadata statistik sektoral di SKPD memegang peran penting dalam pengambilan keputusan berbasis data, namun kualitas pengelolaan metadata statistik masih belum merata dan evaluasinya kerap menggunakan evaluasi subjektif. Penelitian ini bertujuan untuk memeringkatkan kualitas pengelolaan metadata pada 31 SKPD di kota Banjarbaru dengan mengintegrasikan AHP untuk memperoleh bobot kriteria dan fuzzy TOPSIS untuk menghitung kedekatan relatif terhadap solusi ideal. Kriteria mencakup kecepatan pengumpulan, kualitas data, manfaat data, responsivitas, dan pengelolaan SDM; bobot AHP lolos uji konsistensi (CR<10%). Penilaian alternatif dipetakan ke bilangan fuzzy segitiga, dinormalisasi, dikalikan bobot AHP lalu dihitung jarak ke FPIS & FNIS menggunakan jarak euclidean untuk memperoleh koefisien kedekatan (CC). Hasil menunjukkan empat SKPD berkinerja sangat baik (Dinas Kesehatan 1,000; Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 0,846; Dinas Pendidikan 0,871; Badan Perencanaan Pembangunan Daerah 0,871), beberapa SKPD baik (0,60-0,80), mayoritas cukup baik (0,40-0,60), dan dua SKPD tidak baik (Satuan Polisi Pamong Praja 0,181; Dinas Perdagangan dan Perindustrian 0,062). Kualitas pengelolaan metadata bervariasi signifikan; perbaikan prioritas diarahkan pada kecepatan pengumpulan, kualitas data, dan responsivitas untuk mendorong peningkatan nilai CC secara konsisten. Berdasarkan hasil Data Envelopment Analysis (DEA), SKPD dapat dikelompokkan ke dalam empat kategori efisiensi. Pada kategori pertama, efisiensi sangat tinggi (≥ 95%), beberapa SKPD menunjukkan kinerja mendekati sempurna, di antaranya DPRD, DINKES, BPPRD, BPKAD, DLH, dan Inspektorat. Kategori efisien (90% - 94,99%) mencakup BKPSDM, BAPPERIDA, dan SKPD Kecamatan Landasan Ulin. SKPD dalam kategori cukup efisien (80% - 89,99%) seperti BPBD dan DARPUSDA menunjukkan kinerja yang baik namun memerlukan perbaikan. Sementara itu, SKPD dalam kategori kurang efisien (< 80%) seperti SATPOL PP dan SKPD Kecamatan Liang Anggang membutuhkan perhatian serius untuk meningkatkan efisiensi. Secara keseluruhan, meskipun sebagian besar SKPD telah menunjukkan efisiensi yang baik, masih ada potensi perbaikan yang signifikan untuk meningkatkan kinerja, khususnya di SKPD dengan efisiensi rendah.

Kata kunci: AHP, Fuzzy TOPSIS, Metadata Statistik Sektoral, SKPD, FPIS, FNIS, Koefisien Kedekatan, Data Envelopment Analysis (DEA)

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI