DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | IMPLEMENTASI PROGRAM ANGKUTAN PELAJAR CERIA (APACE) GRATIS DI KOTA BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | RERA DITA OKTAVIANTI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-02-02 |
Rera Dita Oktavianti, 2210411320015, 2026. “Implementasi Program Angkutan Pelajar Ceria (APACE) Gratis di Kota Banjarmasin”. Dibawah bimbingan Sugiannor.
Pemerintah Kota Banjarmasin menyediakan layanan transportasi gratis bagi pelajar berupa Angkutan Pelajar Ceria (APACE) yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin. Program ini bertujuan sebagai layanan antar jemput pelajar ke sekolah. Selain itu, penyelenggaraan Angkutan Pelajar Ceria (APACE) bertujuan untuk mendukung mobilitas pelajar yang lebih aman dan mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas akibat penggunaan kendaraan pribadi oleh pelajar yang belum memenuhi usia berkendara, khususnya bagi pelajar tingkat SMP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Implementasi Program Angkutan Pelajar Ceria (APACE) Gratis di Kota Banjarmasin, dan (2) Faktor penghambat dalam Implementasi Program Angkutan Pelajar Ceria (APACE) Gratis di Kota Banjarmasin.
Metode dalam penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data terdiri atas data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Informan Penelitian yakni kepala seksi bidang angkutan jalan, staf bidang angkutan pelajar ceria, sopir, pelajar dan pihak pengguna.
Hasil penelitian Implementasi Program Angkutan Pelajar Ceria (APACE) Gratis di Kota Banjarmasin telah berjalan cukup baik namun belum optimal. Komunikasi antara Dinas Perhubungan dengan sopir berjalan baik, namun belum ada sosialisasi kepada pelajar maka mengakibatkan komunikasi kurang optimal. Dari aspek sumber daya belum berjalan optimal, karena keterbatasan pendanaan berdampak pada jumlah armada serta ketersediaan sopir. Aspek disposisi berjalan optimal ditunjukkan para sopir memiliki tanggung jawab, kesabaran dan kepedulian dalam melayani pelajar. Sedangkan struktur birokrasi telah tersusun secara internal, tetapi koordinasi formal dengan pihak sekolah dan pengguna layanan masih belum optimal. Adapun faktor penghambat utama meliputi keterbatasan anggaran, armada yang terbatas dan sering mengalami gangguan teknis, keterbatasan waktu operasional serta kesulitan pengaturan trayek dan jadwal layanan.
Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin diharapkan dapat meningkatkan dan mengoptimalkan Program Angkutan Pelajar Ceria (APACE) melalui alokasi anggaran yang lebih efektif, pengadaan armada yang layak, serta pelaksanaan sosialisasi berkala mengenai layanan, sehingga seluruh sekolah dapat terlayani secara merata dan gangguan operasional dapat diminimalkan. Selain itu, pihak sekolah diharapkan memperhatikan pelaksanaan program serta menjadi penghubung dalam penyampaian informasi dan penanganan keluhan pelajar.
Kata Kunci: Angkutan Pelajar Ceria (APACE), Implementasi, Kota Banjarmasin.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI