DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | KAJIAN PENGELOLAAN LIMBAH B3 MEDIS RSUD ULIN BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | LALU ERWIN SUPRAYANTO | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-02-03 |
Rumah sakit menghasilkan berbagai limbah, termasuk limbah B3 medis yang berisiko bagi kesehatan dan lingkungan karena mengandung patogen serta bahan berbahaya dan dapat menjadi reaktif akibat pengaruh kondisi eksternal. Di Indonesia, keterbatasan fasilitas pengolahan, terutama minimnya insinerator berizin membuat kapasitas pengolahan belum sebanding dengan timbulan limbah, sehingga rumah sakit perlu menerapkan pengelolaan internal yang ketat dan/atau bekerja sama dengan pihak ketiga yang memenuhi regulasi. RSUD Ulin Banjarmasin sebagai rumah sakit tipe A di Kalimantan Selatan menghasilkan limbah B3 medis dan memiliki insinerator, namun pengelolaannya tetap membutuhkan penguatan kepatuhan, sarana prasarana, dan standar teknis untuk meminimalkan risiko. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis menganalisis timbulan dan komposisi, proses pengelolaan, serta memberikan alternatif untuk pengelolaan limbah B3 medis di RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian dilaksanakan di RSUD Ulin Banjarmasin. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, telaah dokumen dan catatan timbulan limbah, dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil menunjukkan bahwa total timbulan limbah B3 medis mencapai 45.774,002 kg dengan rata-rata 15.258 kg/bulan atau 497,54 kg/hari, dan komposisi terbesar adalah limbah infeksius sebesar 35.106,26 kg (±390 kg/hari). Evaluasi kesesuaian pengelolaan menunjukkan aspek yang belum memenuhi Permen LHK No. 56 Tahun 2015 terutama pada TPS limbah B3 medis yang belum mengakomodasi ketentuan penyimpanan serta belum memiliki rincian teknis TPS LB3. Hasil analisis AHP dari wawancara narasumber menghasilkan prioritas alternatif perbaikan, yaitu penggantian alat sekali pakai dengan alat reusable aman (bobot 0,049) pada aspek pengurangan, pemilihan wadah limbah yang tepat untuk meminimalkan pergantian plastik (bobot 0,2109) pada aspek pemilahan & pewadahan, optimalisasi titik kumpul limbah (bobot 0,069) pada pengangkutan insitu, penempatan area penyimpanan dengan konsep buffer zona hijau (bobot 0,063) pada penyimpanan sementara, serta penerapan praktik zero spill during transport (bobot 0,055) pada pengangkutan eksitu.
Kata kunci : RSUD Ulin Banjarmasin, Limbah B3 Medis, Pengelolaan Limbah
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI