DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Tantangan dan Presepsi Ayah Single Parent Dalam Memenuhi Kebutuhan Dasar Anak Di Desa Simpang Empat Sungai Baru, Kecamatan Jorong
PENGARANG:GINAWATI WIDYA ANGGRYANI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-02-04


Tantangan dan Presepsi Ayah Single Parent Dalam Memenuhi kebutuhan Dasar Anak Di Desa Simpang Empat 

Sungai Baru, Kecamatan Jorong.Fenomena ayah single parent merupakan bentuk perubahan struktur 

keluarga yang semakin banyak ditemukan di masyarakat pedesaan, termasuk di Desa Simpang Empat Sungai Baru. Perubahan ini menuntut ayah untuk menjalankan peran ganda yang sebelumnya terbagi antara ayah dan ibu. 

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis latar sosial ayah single parent, peran ayah dalam membesarkan anak, persepsi dan stigma masyarakat desa, strategi adaptasi ayah dalam struktur sosial desa, serta menganalisis 

fenomena tersebut dalam perspektif teori Struktural Fungsional Talcott Parsons.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini 

adalah ayah single parent dengan latar belakang cerai hidup dan cerai mati yang memiliki anak laki-laki dan perempuan dengan rentang usia anak-anak hingga remaja. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian 

data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayah single parent di Desa 

Simpang Empat Sungai Baru menghadapi perubahan peran yang signifikan, 

terutama dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi, pengasuhan, pendidikan, 

dan kebutuhan emosional anak. Ayah cenderung memprioritaskan peran 

sebagai pencari nafkah, sehingga kehadiran emosional dalam kehidupan 

anak belum sepenuhnya optimal. Dalam pengasuhan anak perempuan, 

khususnya terkait pubertas dan kesehatan reproduksi, ayah mengalami 

keterbatasan pengetahuan dan rasa canggung, sehingga melibatkan peran 

keluarga perempuan terdekat seperti nenek atau tante sebagai strategi 

adaptif.

Persepsi masyarakat terhadap ayah single parent bersifat beragam. 

Sebagian masyarakat memberikan dukungan dan memandang ayah single 

parent sebagai sosok yang bertanggung jawab dan tabah, sementara sebagian 

lainnya masih memberikan stigma sosial, terutama terhadap ayah yang 

berstatus duda cerai hidup. Dukungan sosial terbukti berperan penting 

dalam menjaga stabilitas sosial desa dan membantu keluarga ayah single 

parent tetap berfungsi. Dalam perspektif Struktural Fungsional Talcott 

Parsons, keluarga ayah single parent tidak menunjukkan disorganisasi sosial, 

melainkan membentuk keseimbangan baru melalui penyesuaian fungsi agar 

sistem keluarga dan sosial tetap berjalan.

Kata Kunci: Ayah single parent, tantangan, persepsi sosial, pengasuhan

anak, studi kasus.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI