DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGARUH INTERVAL PEMUPUKAN GANDASIL D DAN IRIGASI CURAH TERHADAP PERTUMBUHAN ANGGREK Phalaenopsis HIBRIDA PADA TAHAP AKLIMATISASI
PENGARANG:MAULIDA JUMATI ASMI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-02-04


Maulida Jum’ati Asmi. Pengaruh Interval Pemupukan Gandasil D dan Irigasi Curah terhadap Pertumbuhan Tanaman Anggrek Phalaenopsis Hibridapada tahap Aklimatisasi. Pembimbing : Dr. Ir. H. Gusti Rusmayadi, M.Si.; Prof. Dr. Ir. Hj. Raihani Wahdah, M.S.

 

Banjarbaru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi interval pemupukan Gandasil D dengan irigasi curah terhadap pertumbuhan anggrek Phalaenopsis hibrida pada tahap aklimatisasi dan menganalisis faktor tunggal terbaik interval pemupukan pupuk daun Gandasil D dengan irigasi curah terhadap pertumbuhan anggrek Phalaenopsis hibrida pada tahap aklimatisasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April – September 2024 di Rumah Kaca Kultur Jaringan Jurusan Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. Lokasi tersebut berada di 35 m dari permukaan laut (dpl) dan koordinat : 3°26'45"S, 114°50'46"E. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 Faktor. Faktor pertama adalah interval pemupukan Gandasil D yang terdiri dari tiga taraf, yaitu (f1 : Penyemprotan 5 hari sekali), (f2 : Penyemprotan 10 hari sekali), (f3 : Penyemprotan 15 hari sekali). Faktor kedua yaitu irigasi curah terdiri dari dua taraf, yaitu (i1 : Handsprayer kabut) dan (i2 : Handsprayer). Pengamatan yang dilakukan terdiri dari Persentase hidup, panjang daun, lebar daun, panjang akar, berat segar (berat segar total, berat segar bagian atas, dan berat segar akar), berat kering tanaman (berat kering total, berat kering bagian atas, dan berat kering akar), serta kadar klorofil.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh interaksi antara perlakuan interval pemupukan dengan irigasi curah berpengaruh nyata terhadap lebar daun plantlet anggrek Phalaenopsis pada 45 HST. Faktor tunggal interval pemupukan berpengaruh nyata terhadap panjang daun pada 25 HST dan lebar daun pada 55 HST. Berpengaruh sangat nyata terhadap panjang daun pada 35 HST, 45 HST, dan 55 HST. Faktor irigasi curah berpengaruh nyata terhadap lebar daun pada 35 HST dan panjang akar pada 25 HST, 35 HST, 55 HST, serta berpengaruh sangat nyata terhadap panjang akar pada 45 HST.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan f2i2 (interval 10 hari dengan Handsprayer) menghasilkan lebar daun yang lebih lebar pada umur 45 HST. Faktor tunggal interval pemupukan 15 hari (f3) menghasilkan panjang daun yang lebih panjang pada 25 HST (5,39 cm), 35 HST (7,39 cm), 45 HST (9,29 cm), dan 55 HST (10, 37 cm), serta menghasilkan lebar daun yang lebih lebar pada 55 HST (2,05 cm). Faktor tunggal irigasi curah i2 menghasilkan lebar daun yang lebih lebar pada 35 HST (1,44 cm), dan menghasilkan panjang akar yang lebih panjang pada 25 HST(3,54 cm), 35 HST (3,87 cm), 45 HST (4,37 cm), dan 55 HST (4,71 cm).

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI