DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | UJI AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK GULMA Limnocharis flava L. (Buchenau) TERHADAP PENYAKIT BLAS PADA TANAMAN PADI LAHAN RAWA PASANG SURUT | |
| PENGARANG | : | NURUL | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-02-05 |
Nurul. 2026. Uji Aktivitas Antifungi Ekstrak Gulma Limnocharis flava L. (Buchenau) Terhadap Penyakit Blas Pada Tanaman Padi Lahan Rawa Pasang Surut. Dr. Ir. Noor Aidawati, M.Si. Dr. Ir. H. Gusti Rusmayadi, M.Si.
Banjarbaru. Penelitian ini mengenai uji aktivitas antifungi ekstrak gulma Limnocharis flava L. (Buchenau) terhadap penyakit blas pada tanaman padi lahan rawa pasang surut yang dilaksanakan pada bulan April-Oktober 2025. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ektrak gulma Limnocharis flava L. (Buchenau) terhadap pengendalian penyakit blas, terhadap pertumbuhan dan hasil padi lahan rawa pasang surut; menganalisis efektifitas ekstrak gulma Limnocharis flava L. (Buchenau) dalam mengendalikan penyakit blas pada tanaman padi lahan rawa pasang surut; mengetahui konsentrasi terbaik ektrak gulma Limnocharis flava L. (Buchenau) dalam mengendalikan penyakit blas, terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi lahan rawa pasang surut.
Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang diujikan secara In-Vitro dan In-Vivo. In-Vitro terdiri atas 7 perlakuan dengan 4 kali pengulangan yaitu: G0 = kontrol negatif (tanpa ekstrak gulma), G1 = kontrol positif (fungisida kimia berbahan aktif propikonazol 125g/l dan trisiklazol 400g/l), GG5 = ekstrak gulma genjer dengan konsentrasi 5 % (v/v), GG10 = ekstrak gulma genjer dengan konsentrasi 10 % (v/v), GG15 = ekstrak gulma genjer dengan konsentrasi 15 % (v/v), GG20 = ekstrak gulma genjer dengan konsentrasi 20 % (v/v), dan GG25 = ekstrak gulma genjer dengan konsentrasi 25 % (v/v). In- Vivo terdiri atas 8 perlakuan dengan 3 kali pengulangan yaitu: K- = kontrol negatif (tanaman padi tanpa inokulasi blas dan tanpa ekstrak gulma), K+ = kontrol positif (tanaman padi dengan inokulasi blas dan tanpa ekstrak gulma), KK- = kontrol kimia (tanaman padi yang diaplikasikan dengan fungisida kimia berbahan aktif propikonazol 125g/l dan trisiklazol 400g/l sebelum diinokulasi blas), KK+ = kontrol kimia (tanaman padi yang diaplikasikan dengan fungisida kimia berbahan aktif propikonazol 125g/l dan trisiklazol 400g/l setelah inokulasi blas), GG10- = ekstrak gulma genjer dengan konsentrasi 10 % (v/v) diaplikasikan sebelum tanaman padi diinokulasi blas, GG10+ = ekstrak gulma genjer dengan konsentrasi 10 % (v/v) diaplikasikan setelah tanaman padi diinokulasi blas, GG15- = ekstrak gulma genjer dengan konsentrasi 15 % (v/v) diaplikasikan sebelum tanaman padi diinokulasi blas, dan GG15+ = ekstrak gulma genjer dengan konsentrasi 15 % (v/v) diaplikasikan setelah tanaman padi diinokulasi blas. Variabel penelitian yang diamati yaitu: tinggi tanaman; jumlah daun per rumpun; jumlah anakan total per rumpun; jumlah anakan produktif per rumpun; jumlah malai per rumpun; jumlah gabah per malai; persentase gabah isi permalai; berat gabah isi per rumpun; berat 1.000 butir; kandungan fitokimia ekstrak daun gulma Limnocharis flava L. (Buchenau); identifikasi blas (Pyricularia oryzae); persentase daya hambat secara In-Vitro; pengamatan dan perhitungan insidensi dan keparahan penyakit serta nilai AUDPC; dan tingkat efikasi perlakuan terhadap perkembangan keparahan penyakit.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pengaruh daya hambat ekstrak gulma L. flava secara In-Vitro terhadap blas pada perlakuan GG15 dengan persentase daya hambat sebesar 93.99% sama dengan kontrol kimia (G0), hal ini menunjukkan bahwa dengan konsentrasi 15% memiliki pengaruh yang sama dengan perlakuan kimia. Secara In-Vivo perlakuan ekstrak gulma gg15- memberikan pengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman (pada umur 56, 70, 84 dan 98 HST); jumlah daun per rumpun (pada umur 56, 70, 84 dan 98 HST); jumlah anakan total per rumpun (pada umur 105 HST), jumlah anakan produktif per rumpun (pada umur 90 HST); jumlah malai per rumpun; jumlah gabah per malai; jumlah gabah isi per malai; berat gabah isi per rumpun; berat 1.000 butir; keparahan penyakit (pada 7, 21, 35, dan 49 HSI); nilai AUDPC terendah (326.76); tingkat penyebaran atau insidensi penyakit terendah (24.59%); tingkat efikasi tertinggi dalam menekan keparahan dan perkembangan penyakit blas (54.56%).
Kata kunci: Limnocharis flava L. (Buchenau), Penyakit blas, Tanaman padi.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI