DIGITAL LIBRARY



JUDUL:STUDI TAHAPAN TRAUMA BONDING PADA PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG BEKERJA DAN TIDAK BEKERJA MELALUI TEKNIK VIDEOVOICE
PENGARANG:DEWI AYU ANDINI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-02-05



STUDI TAHAPAN TRAUMA BONDING PADA PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG BEKERJA DAN TIDAK BEKERJA MELALUI TEKNIK VIDEOVOICE

 

Dewi Ayu Andini

 

Beberapa tahun terakhir, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) menjadi isu serius di Indonesia, khususnya pada perempuan, sehingga memerlukan perhatian dan penanganan yang komprehensif. Fenomena KDRT dapat dikaji melalui trauma bonding theory yang menjelaskan adanya ikatan emosional kuat antara korban dan pelaku setelah pengalaman traumatis, serta mempertimbangkan status bekerja dan tidak bekerja sebagai faktor ketidakseimbangan kekuasaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus dan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Partisipan dipilih menggunakan purposive sampling dan proses screening melalui Harvard Trauma Questionnaire (HTQ) dan Stockholm Syndrome Scale. Lalu, untuk penggalian data dilakukan melalui teknik videovoicedan wawancara menggunakan teknik SHOWeD. Data kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dengan tiga tahapan coding yaitu,open coding, axial coding, dan selective coding dengan software NVivo. Berdasarkan hasil, dapat disimpulkan bahwa perempuan korban KDRT, baik yang bekerja maupun tidak bekerja, mengalami tahapan trauma bonding yang relatif serupa, dengan perbedaan pada pemaknaan tahapan love bombing dan pengunduran diri dari kendali. Selain itu, teknik videovoice terbukti efektif dalam mengungkap tahapantrauma bonding secara mendalam serta dapat menjadi media reflektif dan pemberdayaan psikologis korban.

 

Kata kunci: KDRT, trauma bonding, videovoice

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI