DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Leksikon Pertenunan pada Tenun Pagatan Kabupaten Tanah Bumbu: Kajian Etnolinguistik
PENGARANG:SITI HALIMAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-02-06


ABSTRAK

 

Halimah, Siti. 2025. Leksikon Pertenunan pada Tenun Pagatan Kabupaten Tanah Bumbu: Kajian Etnolinguistik. Tesis. Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: (1) Dr. Rina Listia, M.Pd.; (2) Dr. Hj. Noor Eka Chandra, M.Pd. 

Kata Kunci: leksikon, tenun Pagatan, etnolinguistik, makna kultural

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya mendokumentasikan leksikon pertenunan pada tenun Pagatan sebagai bagian dari identitas sosial budaya masyarakat Pagatan di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Kain tenun ini tidak hanya berfungsi sebagai produk kerajinan, tetapi juga merepresentasikan pengetahuan, nilai, dan simbol budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi leksikon alat, bahan, teknik, proses, dan motif pertenunan, serta mengungkap makna kultural yang terkandung dalam leksikon motif tenun Pagatan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif etnolinguistik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap para pengrajin tenun, tokoh adat, pengusaha, serta alumni penenun di Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu. Analisis data dilakukan melalui klasifikasi leksikon, identifikasi bentuk morfologis, penentuan fungsi leksikon, dan penafsiran makna kultural motif tenun berdasarkan teori semantik kultural dan perangkat simbolik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima kategori leksikon pertenunan pada tenun Pagatan, yaitu leksikon alat (23 data), leksikon bahan (9 data), leksikon teknik (5 data), leksikon proses (12 data), dan leksikon motif (20 data). Dari analisis morfologis ditemukan dua bentuk leksikon, yaitu monomorfemis dan polimorfemis. Selain itu, dua fungsi utama leksikon berhasil diidentifikasi, yakni fungsi kognitif dan fungsi sosial-budaya. Analisis lebih lanjut terhadap leksikon motif mengungkap adanya makna kultural yang terbagi ke dalam tiga kategori simbolik, yaitu simbol konstitutif, simbol kognitif, dan simbol kepribadian. Simbol kepribadian merupakan pencerminan dimensi evaluatif dan ekspresif yang merepresentasikan nilai, sikap, dan karakter sosial masyarakat Pagatan. Temuan ini menunjukkan bahwa motif tenun Pagatan tidak hanya berfungsi sebagai ornamen estetis, tetapi juga sebagai media penyampai nilai budaya, sejarah lokal, pengetahuan, dan filosofi hidup masyarakat Pagatan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa leksikon pertenunan tenun Pagatan merupakan representasi budaya lokal yang hidup dan memiliki peran penting dalam membangun identitas masyarakat. Temuan ini berimplikasi pada upaya pelestarian budaya daerah serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis warisan budaya. Selain itu, penelitian ini berpotensi memberikan kontribusi dalam pendidikan Bahasa Indonesia melalui pemanfaatan hasil studi sebagai sumber pembelajaran muatan lokal, khususnya pada materi teks berbasis budaya, guna menumbuhkan kesadaran budaya, memperkuat literasi kebahasaan, dan mendukung pelestarian kearifan lokal di sekolah maupun komunitas belajar.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI