DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PERILAKU TOXIC DALAM GAME MOBILE LEGEND (STUDI PADA MAHASISWA PENDIDIKAN SOSIOLOGI FKIP ULM)
PENGARANG:PARLIN ARIONDO SEPTIANO SIHOTANG
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-02-18


 

ABSTRAK

Parlin Ariondo Septiano Sihotang, 2026. Perilaku Toxic Pada Game Mobile Legend (Studi Pada Mahasiswa Pendidikan Sosiologi FKIP ULM)  Skripsi Program Studi Pendidikan Sosiologi, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing Yuli Apriati.

 

Kata Kunci : Perilaku Toxic, Mobile Legends, Mahasiswa Pendidikan Sosiologi.

Perilaku Toxic saat bermain Mobile Legends menjadi salah satu fenomena yang sering terjadi di kalangan mahasiswa, termasuk mahasiswa Pendidikan Sosiologi. Perilaku ini tampak melalui kata-kata kasar, hinaan, emosi berlebihan, dan respons negatif lainnya yang muncul ketika pemain menghadapi situasi permainan yang menegangkan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: (1) menganalisis faktor-faktor yang melatarbelakangi mahasiswa Pendidikan Sosiologi melakukan perilaku Toxic saat bermain Mobile Legends; dan (2) mengetahui bentuk-bentuk perilaku Toxic yang muncul selama permainan berlangsung.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Studi Kasus. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling dengan Informan penelitian berjumlah 5 orang mahasiswa yang aktif bermain Mobile Legends dan pernah melakukan perilaku Toxic. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data dilakukan dengan tahapan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, serta triangulasi sumber, teknik dan waktu

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) faktor yang melatarbelakangi mahasiswa pemain Game Mobile Legend berperilaku Toxic. ada tiga yaitu : a) Tidak dapat mengendalikan Emosional, menunjukan bahwasanya seorang pemain tidak dapat mengendalikan emosi yang berada dalam dirinya, saat mengalami kekalahan dan faktor kendala teknis (device dan jaringan). b) Lingkungan Sosial (Teman Sebaya) kondisi lingkungan sosial membawa pengaruh,membuat komunikasi Toxic lebih sering terjadi dalam ruang lingkup pertemanan satu tongkrongan. c) Pengaruh Media (Platform YouTube),perilaku toxic juga dipengaruhi oleh paparan media, khususnya melalui platform seperti YouTube  (2) bentuk perilaku Toxic yang muncul selama mahasiswa bermain Game Mobile Legend. Ada dua bentuk yaitu : a) Flaming berupa menghina, mengumpat dan memaki (verbal) b) Tindakan ekspresif  (Nonverbal)

Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan : (1) Bagi mahasiswa Pendidikan Sosiologi FKIP ULM yang bermain Mobile Legends, yang bermain Mobile Legends lebih mampu mengontrol diri dari perilaku toxic, baik dalam bentuk ujaran kasar maupun tindakan yang mengganggu permainan, serta mengelola emosi agar hubungan sosial tetap terjaga. (2) Bagi peneliti selanjutnya, penelitian inihasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan untuk mengkaji perilaku toxic dalam game online dengan fokus berbeda.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI